Auw!

Auw!

Penulis : Endah Larasati

"Auw! Sakit, Kak!" Seorang perempuan menggigit bibir bawah. Mungkin ia melakukan hal itu agar teriakannya tidak lolos.

"Sakit, Dek?" Lawan bicara sang wanita balik bertanya.

Tanpa suara, yang ditanya mengangguk. Manik cokelat terlihat berselimut kabut. Entah apa penyebabnya.

"Dek, kamu nangis? Maafkan Kakak, ya. Aku enggak ada maksud membuatmu nangis."

Lagi, anggukan jadi respons. "Sakit, Kak. Periiih ...." Kalimat itu tak terselesaikan. Pemilik suara akhirnya meloloskan genangan yang tertahan. Terjadilah lakrimasi.

"Maaf ... maaf banget, Dek. Padahal Kakak sudah pelan-pelan supaya Adek enggak kesakitan. Tapi, kenyataannya tetap membuatmu menangis." Lelaki yang kancing bajunya tidak tertutup sempurna menunjukkan penyesalan.

"Kakak bilang pelan-pelan? Pelan apanya, Kak? Segitu dibilang pelan, gimana kalo tambah tenaga? Sakit semua yang Adek rasa!"

Sasaran omelan meletakkan telunjuk kanan di bibirnya sendiri, berharap lawan bicara menghentikan luapan emosi atau minimal memelankan suara. 

Putaran jarum jam melewati detik, berganti menit. Hening. Tak satu pun di antara sepasang anak Adam itu membuka mulut.

Tak nyaman dengan suasana yang ada, sang lelaki berdeham. Agak ragu ia bicara. "Mau lanjut atau ...."

Sebelum rangkaian kata tertuntaskan, wanita yang rambutnya terurai dan berantakan segera mengangguk.

Tangan kekar kembali terayun. Pelan, tetapi pasti. Aktivitasnya dimulai dari atas, lembut menuju bawah. Rambut kusut sang wanita sesekali dibelai.

"Masih sakit?"

Gelengan dan lengkungan bibir jadi jawaban.

"Aaahhh, akhirnya. Lega, Dek!"

"Kok, Kakak yang lega. Harusnya Adek yang bilang gitu. Rambut Adek yang nyangkut di ritsleting!" rajuk manja wanita bergaun putih.

Sang lelaki tersenyum puas. "Malam pertama kita diawali insiden ritsleting. Adek tadi itu gimana, sih, buka ritsletingnya? Bisa-bisanya rambut nyangkut di situ."

Lelaki berhidung bangir memutar tubuh istrinya. Iya, sedari tadi mereka berdiri di depan cermin, berusaha membuka ritsleting di bagian belakang gaun pengantin wanita.

"Adek buru-buru pengin ganti pakaian, gerah. Eee, pas buka ritsleting malah ada rambut yang nyangkut. Susah, deh. Makanya minta bantuan Kakak." Wanita bermata belok itu mengerucutkan bibir. Melihat pemandangan yang ada, lelaki halal yang berjarak selemparan napas merasa gemas hingga mencubit hidung mungil di hadapan.

Tiba-tiba ruangan dua puluh meter persegi menjadi gelap. Sontak wanita yang tadi merajuk, menghambur ke dada bidang di depannya. Dari luar ruangan terdengar beberapa orang berteriak, "Mati lampu! Listriknya padam!"

Dalam gelap, lelaki berkemeja putih membisikkan sesuatu, "Dek ...."




Penulis novel Pati I'm in Love dan Aku Tulus Mencintaimu. Bisa ditemui dan dihubungi di FB: Endah Larasati dan IG: @endahlarasati04

Belum ada Komentar untuk "Auw!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel