Abang Cilok

Abang Cilok

Penulis: Endah Larasati

"Bang, berhenti!" 

Merasa ada yang memanggil, lelaki berkalung handuk kecil menghentikan langkah. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Matanya juga menyapu lokasi sekitar.

"Bang, aku di sini." Seorang gadis menggerakkan tangan, pertanda agar yang dipanggil mendekat.

"Oh, bentar, Neng. Maaf enggak kelihatan. Habisnya Eneng berdirinya dekat semak-semak."

Lelaki berkaus abu-abu menggerakkan gerobaknya menuju gadis yang memanggil.

"Cilok seratus ribu, Bang."

"Seratus ribu? Waduh, enggak ada, Neng. Ini tinggal sedikit, sepuluh ribu mungkin."

"Ya sudah. Seadanya saja kalau begitu."

Tak sampai sepuluh menit, sebungkus cilok lengkap dengan bumbunya sudah berpindah tangan. Gadis itu pun menyerahkan lembaran merah.

"Abang ambilkan kembaliannya dulu, Neng."

Beberapa saat kemudian, lelaki yang bahagia karena dagangannya habis, hendak menyerahkan uang kembalian. Namun, sesuatu terjadi.

"Neng! Neng Cantik!" Pedagang tampan itu mengedarkan pandangan.

'Dasar, de de mit suka usilin orang. Ya sudah, Abang pamit dulu. Oh, iya, terima kasih sudah jadi pembeli terakhir Abang malam ini. Salam kenal sesama de de mit.'

Lelaki beserta gerobaknya seketika menghilang.



Penulis novel Pati I'm in Love dan Aku Tulus Mencintaimu. Bisa ditemui dan dihubungi di FB: Endah Larasati dan IG: @endahlarasati04

Belum ada Komentar untuk "Abang Cilok"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel