Lelaki Terbaik dan Puisi Lainnya

Lelaki Terbaik dan Puisi Lainnya

Penulis:
Nawangsih Cahya Wulandari*

Hilang

 

Malam yang indah dari pancaran rembulan

Berpikir segera menemuimu saat mentari terbit

Ayam berkokok

Jantungku berdegup kencang

Mendengar kabar dari benda kotak

Menangis

Semurung mendung sederas hujan badai

Melihatmu tertidur

Tidak bangun

 

 

Lelaki Terbaik

 

Teringat ukiran senyumnya

Rambut yang sudah memutih

Kulit yang kasar dan cucuran keringat demi kami

Kami sayang kakek

Sayang sekali

Namun sang kuasa lebih sayang kakek

Lelaki terbaik di dunia

Pergi meninggalkan kami

Sekarang beliau bahagia di surga

 

 

Sesal


Maaf Kek

Aku menangis pagi ini

Bukannya aku tidak ikhlas

Bukannya aku tidak rela

Aku menyesal

Di saat sakit kita tidak sempat bertemu

Di saat sakit tidak sempat merawatmu

Namun apalah daya

Di sini aku hanya bisa berdoa

Semoga kakek tenang di sana

Bersama bidadari di surga

 

 

Terima Kasih Kakek

Kakek

Aku menyayangimu

Aku merindukanmu

Terima kasih Kek

Terima kasih nasehat-nasehat yang telah dberikan

Terima kasih atas kasih sayang yang telah engkau tumpahkan

Yang memberi kehangatan di saat sedih

Yang menghibur saat aku menangis

Yang membela saat ibu memarahiku

Terima kasih atas semua yang telah kau berikan, Kek

 

 

 

*Berdomisili di Pondok Pesantren Elfira, Purwanegara, Purwokerto Utara. Bisa ditemui di Instagram : nc_wulan01

0 Response to "Lelaki Terbaik dan Puisi Lainnya"

Post a Comment

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel