Hujan dan Puisi Lainnya

Hujan dan Puisi Lainnya

Penulis: Nauri Aulia
*

Hujan


Rintik gerimis membasahi bumi

Aku terkepung sendiri di sudut taman

Dari lantai satu dan dua

Mereka melambaikan tangannya untuk menyapa

 

Pagi Rabu gerimis melanda

Titik-titik gerimis begitu ramai

Aku masih setia berdiri di sudut ini

Mereka lalu lalang di depanku di tengah gerimis

Untuk pergi melakukan aktifitasnya masing-masing

 

Semakin kutunggu, gerimis semakin merintik

Namun belum berhenti untuk menitik

Sampai basah lapisan bumi

Sebagiannya tanah Pondok Al Kautsar

 

Sekian purnama

Aku merindu tanpa bersua

Melalui hujan disampaikan alam

Sebagai pengganti pertemuan

 

Payakumbuh, 2021

 

 

Itulah KekuasaanNya


Malam mengajarkan kegelapan tidaklah selalu gelap

Siang tidaklah selalu terang

Menangis bukan berarti sedih

Tersenyum bukan berarti sedang bahagia

 

Sesuatu sudah pada porsinya masing-masing

Begitu jua dengan hidup

Ada yang diam-diam mencintai

Ada jua yang diam-diam membenci

 

Ada saatnya kita tidak disukai

Ada kalanya kita disanjung-sanjung setinggi-tingginya

Lalu dijatuhkan

Ada kalanya kita dipuji dengan pujian

 

Ada kalanya kita berada pada titik lelah dan lemah sekalipun

Maka itu semua adalah skenarioNya

Dan itu semua adalah ketetapanNya

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?

Payakumbuh, 2021

 

 

Kecantikan


Tak ada sedikit pun yang perlu dibanggakan kaum hawa

Tidak ada yang perlu disombongkan

Tak ada yang perlu dipamerkan

Itu semua tak perlu

 

Ini itu adalah titipan Sang Ilahi

Setiap titipan pasti tentunya fana

Kefanaan yang mudah membutakan

Kefanaan yang mudah membuat kita lupa

Kefanaan yang mudah membuat kita lali dari kata bersyukur

 

Kecantikan

Seperti apapun kecenatikan yang kau miliki

Tidak lebih baik dari kecantikan hati

Kecantikan hati yang selalu terpancar cahaya kebaikan

Yang keluar dengan sendirinya

 

Tanpa perlu kita oles dengan kosmetik mahal

Tanpa perlu kita tutupi dengan make-up

Kita hanya perlu membersihkan dengan keimanan

Dengan ketakwaan

Dan dengan keikhlasan

 

Payakumbuh, 2021

 

 

Keikhlasan


Mengajarkan bahwa aku tidak perlu meragui

Keputusan dan ketetapan Sang Khalik

Sesuatu yang diperuntukkan untukku

Tidak mungkin tertukar untuk orang lain

 

Ikhlas mengajarkan banyak hal

Ikhlas mengajarkan bagaimana caraku bersyukur

Cara menerima

Dan cara memberi

 

Aku tidak pernah menyangkal apa yang terjadi padaku

Aku tidak pernah menyalahkan takdir kenapa buruk dan tidak berpihak padaku

Namun, ikhlaslah yang mengajarkan semuanya.

Bahwa sesuatu yang kita dapati kecuali itu adalah ketetapanNya

 

Aku tidak menyalahkan takdir

Ikhlas tumbuh dari hati nauri paling kecil

Allah memberikan sesuatu sesuai dengan ketentuanNya

Bukankah kita sebagai makhluk yang lemah harus bersyukur?

 

Payakumbuh, 2021




*Biasa dipanggil Nauri. Lahir di Punggasan 09 Agustus 1996. Saat ini bekerja di Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Payakumbuh. Berasal dari Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Bisa dihubungi di nauriaulia@gmail.com.

0 Response to "Hujan dan Puisi Lainnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel