PASCADRAMA dan Puisi Lainnya

PASCADRAMA dan Puisi Lainnya

 Penulis: Ardhi Ridwansyah

 

PASCADRAMA

 

Layar turun, drama usai,

Riuh tepuk tangan hilir mudik,

Lampu-lampu tertawa selepas,

Peluh dibayar keluh yang datang,

Memasung sang raga.

 

Kecamuk di sudut mata,

Caci maki saling sikut sana-sini,

Persis alunan musik pasca tubuh,

Berperan sebagai putri atau kurcaci.

 

Separuh jiwanya pergi,

Seperti debu yang hinggap di dada kelabu,

Malam terasa mencekam,

Dengan sayatan sinar rembulan yang getir.

Jebloskan diri ke jurang kepalsuan.

Jakarta, 2020

 

 

TAMSIL PEPOHONAN

 

Pada matamu, dedaunan gugur,

Dan jatuh dengan tubuh lunglai,

Di badan jalan ia terkapar; tersepak angin,

Hingga masa mencabiknya tercerai-berai.

 

Jemari rindu bagai ranting patah,

Dari pohon kukuh yang tegap ratusan tahun,

Terinjak-injak alas kaki,

Segalanya rapuh dan mati.

 

Namun akar yang lahir dari senyum,

Yang menyisakan remah kisah,

Sedari dulu melilit ingatan;

Tatkala luka dalam tubuhku,

Terbilas air mata bahagiamu.

Jakarta, 2020

 

 

ORANG DALAM

 

Dalam tubuh ini,

Orang-orang bersemayam,

Ada yang bersulang air mata,

Lalu pulang dengan tawa di mulutnya.

 

Ada yang duduk di sebuah taman,

Renung segala sesalnya tentang diri,

Yang selalu membisu meski cinta,

Sudah di ujung rasa.

 

Dan ada pula yang memilih ringkuk sendiri,

Di sebuah penjara yang sunyi nan sepi,

Nikmati hari-hari dengan rintih.

Tiada peduli ia tertatih.

Jakarta, 2020

 

ASAP DAN HUJAN DI HALTE BUS

 

Puntung yang kubakar,

Dengan gelora api menari di ujungnya,

Menyapa rinai yang malu, 

Bersua asap menggeliat nakal.

 

O, akalku yang binal!

Datang mendobrak jiwaku yang asyik,

Memanggil memori yang lama pergi;

Ketika kubelai rambutmu di tengah hujan,

Di halte bus yang lapang. Kurindu senyuman itu!

 

Isap pelan-pelan dan embuskan, 

Kian kerdil sang bara, namun hujan,

Datang garang pecah kesunyian,

Menyeret raga untuk merasa,

Bahwa sesal memang ada dan ia,

Tidur di mataku yang hening. 

Jakarta, 2020

 

 

BIODATA

Ardhi Ridwansyah
Kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998. Tulisan esainya dimuat di islami.coterminalmojok.cotatkala.conyimpang.com, nusantaranews.co, pucukmera.id, dan ibtimes.id. Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019”. Puisinya juga dimuat di media seperti kawaca.com, catatanpringadi.com, apajake.id, mbludus.com, kamianakpantai.com, literasikalbar, ruangtelisik, sudutkantin.com, cakradunia.co, Majalah Kuntum, Radar Cirebon, dan Harian Bhirawa. Penulis buku antologi puisi tunggal Lelaki yang Bersetubuh dengan Malam. Salah satu penyair terpilih dalam “Sayembara Manuskrip Puisi: Siapakah Jakarta”.   E-Mail: ardhir81@gmail.com, Instagram: @ardhigidaw, FB: Ardhi Ridwansyah.

 

0 Response to "PASCADRAMA dan Puisi Lainnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel