Bahagia Sedalam Cinta dan Puisi Lainnya

Bahagia Sedalam Cinta dan Puisi Lainnya

Penulis:
 
Mauliya Nandra Arif Fani


Bahagia Sedalam Cinta

 

Memunguti kesedihanku,

lalu menguburnya dalam-dalam,

Tak ubahnya menambah aroma bahagiamu

Menambah kesan dalam hidupmu

yang paling indah

Dan kamupun tak perlu menyeruput

bercangkir-cangkir kopi malam harinya

Aku tahu, setelah itu

akan ada angan-angan

Di mana hari-hari

menjelma menjadi taman bidadari

bersama belaian lembut

awan-awan bukit Kintamani

yang angin segarnya merambah

menambah nikmat sop sarapan

pada embun pagi buta

kota di tiap sudut impian

di mana bunga dan rias

terpajang pada depan halaman

 

Purwoketo, 27 Desember 2019



Bahagia

 

Kami berjalan menuju adzan

yang meliuk-liuk sampai ujung desa

Di bawah sinar ibu bintang

Kerlap-kerlip langit di kampungku

Hangatkan jiwa kami,

aku dan pohon apel dari negeri dongeng

Cahaya kecil di wadah hitam

Mewakili bintang di langit malam

Tiada awan yang menutupi

Membawa mimpi di tidurku

Tentang malam ini yang penuh berkah

Sampai aku terjaga

 

Banjarnegara, 2019

 

 

Bahasa dan Angka-angka

 

Tolong beri tahu aku

Apa yang harus kulakukan

Bila bersama langkahku

Di pagi hari

Wajahmu ada di awan biru

Berarak mengikutiku

Aku berlari melawan rindu

 

Aku pikir wajahmu hilang

Hangus terbakar sinar mentari

Hingga aku dapat makan

Tanpa tersedak

Menjaga siang dari ancaman rindumu

Melatih diri dalam jauh

Membersamai diri di sibuknya hari

 

Tapi tetap saja

Wajahmu ini egois

Tidak kenal lelah

Berputar-putar mengelilingi

Alam rayaku yang luas

Aku hanya bisa diam

Pura-pura tidak melihatnya

 

Sejak itu aku membenci stasiun

Tempat lahirnya jarak dan rindu

Yang bertambah asam

Tanpa salam dan hati-hati di jalan

Kemana ragamu pergi

Seakan wajahmu tak hendak

Jauh dariku

Kupatuhi semua bahasa angka

Deret tak hingga

Beserta jumlah dan turunannya

 

Purwokerto, 22 November 2019

 


Bayangan di Dinding Doa

 

Menjelang petang, malam yang kelap

Barangkali, wajahmu yang temaram

Tenggelam dalam larutan suci

Seperti langit bersama air

Yang menghendakinya tumpah

Pada bibir yang manis

Namamu melambung ke angkasa biru

Berhias bintang di indah jagad tubuhmu

Seluruh kulit dan sendiku bergetar

Mengguncangkan selaput darahmu

Yang memerahkan dadaku

Angin di pantai asmara

Melabuhkan putik kembang sariku

Lalu menghembuskan nafas pada jelmaan mawar merah

Di warna yang merekah marwah

 

Purwokerto, 30 Agustus 2019

 


Bayang-Bayang Hujan

 

Tahukah dirimu

Rintik gerimis di atap gentingku

Lengkap dengan angin yang mendayu

Membisikkan namamu yang panjang

Maka aku coba terpejam

Melawan bisikannya

Menyandarkan diri pada berkata

Bahwa aku tak hendak peduli

Menghadapkan muka ke lantai

Sambil berulang kali

Berbatin pada ayat-ayat

 

Di balik kesunyian kabut malam

Bintang-gemintang berselimut kelap mega

Mengajariku bersembunyi

Dari hantaman hujan yang ada

Agar suaramu tak menjadi mimpi

Dalam tidur nyamanku

Kamu pun menjadi damai

Dari lebam rinduku di palung sanubari

 

Banjarnegara, 13 Januari 2020




Mauliya Nandra Arif Fani, berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Sekarang menempuh pendidikan S1 di IAIN Purwokerto, Pendidikan Agama Islam. Ia aktivis di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban (SKSP) IAIN Purwokerto. Karyanya dimuat di simalaba.net, koran Kabar Madura, tembi.net (dibukukan dalam antologi berjudul Mata Air Hujan di Bulan Purnama), dan buku antologi puisi seperti 100 puisi terbaik Lomba Cipta Puisi ASEAN IAIN Purwokerto, Antologi Pilar Puisi 5 IAIN Purwokerto, Lomba Cipta Puisi Rumah Kreatif Wadas Kelir, 100 puisi terbaik Lomba Puisi Nasional Antologi Kata, 250 puisi terbaik Lomba Puisi Sahabat Inspirasi Pena, dan pernah jadi juara 3 Lomba Puisi Nasional Event Hunter Indonesia sehingga berkesempatan melakukan kunjungan sastra ke Singapura.

Bisa dihubungi dan ditemui di; Alamat Email: mauliya.nandra@gmail.com-Facebook: Mauliya Nandra Ariffani-Instagram: @mauliyanandra

Belum ada Komentar untuk "Bahagia Sedalam Cinta dan Puisi Lainnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel