Sebuah Ketidakpahaman dan Puisi Lainnya


Sebuah Ketidakpahaman dan Puisi Lainnya

Penulis: Ridho

Aku tidak Perlu Berhenti

Aku tidak akan berhenti
Untuk mengagumimu

Aku tidak akan berhenti
Untuk sekedar melihatmu

Aku tidak akan berhenti
Memikirkanmu

Aku tidak akan berhenti
Meski hanya kudengar suaramu

Aku tidak akan berhenti
Mengejar
PanggilanmMu

Denggung,22 Juli


Yang Tak Terduga

Mengapa engkau tatap mataku
Sehingga aku jatuh tersungkur
Lunglai
Bagai kaki tak bersendi

Mengapa engkau datang padaku
Tanpa kata
Tanpa suara
Sehingga melambungkan harapanku

Mengapa engkau permainkan jiwaku
padahal aku selalu menunggumu
di sudut
Kampus biru

Denggung, 22 Juli


Sebuah Ketidakpahaman

Aku tidak mengerti
Mengapa engkau selalu menyapaku

Aku tidak mengerti
Mengapa engkau memanggilku

Aku tidak mengerti
Mengapa engkau menyanyangiku

Aku tidak mengerti
Mengapa engkau memaafkanku

Aku tidak mengerti
Mengapa
aku melupakanMu

Denggung, 22 Juli


Yang Maha Tahu

Dia tahu
Bahwa aku telah berbohong

Dia tahu
Bahwa aku bersembunyi

Dia tahu
Bahwa aku telah mempermainkannya

Dia tahu
Bahwa aku selalu sombong kepadaNya

Dia tahu
Bahwa aku tidak punya apa-apa

Dia tahu,
Bahwa aku sering melupakannya

Dia tahu
Bahwa aku pasti kembali ke rumahNya.
Denggung, 22 Juli

0 Response to "Sebuah Ketidakpahaman dan Puisi Lainnya"

Post a Comment

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel