Di Sebuah Ladang dan Puisi Lainnya

Di Sebuah Ladang dan Puisi Lainnya

Penulis: Ridho
Waktu

Waktu

Tidak berhenti

Waktu 

Menggerus diri

Bersujudlah

Wahai jiwa yang mati

Sepi

Dalam sunyi

Sendiri

Tapi berarti


Denggung, 20 Juli


Di Sebuah Ladang

Di ladang kering ini

Hujan tidak pernah turun

Hanya batu kapur

Dan rumput ilalang yang mau tumbuh

Di ladang kering ini

Kemiskinan menjadi abadi

Tapi semangat adalah bara api

Menyiram

Menyemai

Hati


Denggung


Jangan Kau Tanya

Jangan kau tanya

Berapa ribu kali aku tidak mampu membalas cintamu

Jangan kau tanya

Berapa ribu kali aku baca do'a untuk menguatkan hatiku

Jangan kau tanya

Berapa ribu kali aku selalu gagal untuk mencoba mengetuk hatimu

Jangan kau tanya

Betapa ketakutan 

Kegelisahan

Menjadi selimut mimpiku

Jangan kau tanya

Mengapa aku 

Tak mengabarimu

Saat kubuka pintu hatimu

Di sudut kampus biru

Tapi itu sudah berlalu

Karena kamu bukan milikku


Denggung 20 Juli


Rasa yang Datang

Sesal itu selalu datang

Menggangguku

Merusak jiwaku

Sehingga aku jadi lupa

Kecewa itu selalu datang

Membisikiku

Menghasutku

Untuk berpaling

Di saat aku mulai sadar

Gelisah itu selalu datang

Kepada jiwa yang rapuh

Di simpang jalan 

Dihempas angin 

Terbang

Bagai debu 

Tak berbekas

Ketenangan 

Keiklasan

Kesabaran

Kepasrahan

Seperti air kehidupan

Lalu 

Kembali kepada Ilahi

Denggung, 20 Juli

0 Response to "Di Sebuah Ladang dan Puisi Lainnya"

Post a Comment

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel