Melihat Kans Manchester United untuk Tiket Champions Musim Depan



Kans Manchester United untuk Tiket Champions Musim Depan
Sumber Foto: express.co.uk

Penulis: Herman Yosy
Besok, Sabtu 20/6/2020, Manchester United akan bertandang ke White Heart Line, markas Tottenham Hotspur dalam lanjutan liga Inggris pekan ke-30. Pertandingan ini sangat penting buat MU, sebab mereka butuh tiga poin untuk terus menjaga kans bermain di Liga Champions musim depan. Saat ini, Manchester United hanya terpaut tiga poin dari Chelsea yang berada di posisi keempat klasemen sementara liga Inggris, sementara mereka hanya unggul 1 poin dari tim posisi ke 6, Sheffield United.

Lawatan ke White Heart Line menjadikan kemenangan adalah harga mati untuk mereka, sembari berharap Chelsea dan Sheffield United mengalami hari buruk.

Perebutan posisi keempat sangat krusial, meski kalau finish di posisi lima juga gak jadi masalah, kan Katanya Mpok City udah resmi gak bisa main di LC tahun depan. Otomatis digantikan oleh tim dengan posisi terbaik di bawahnya, yaitu di posisi lima, tapi, masak tim sekelas MU masuk LC lewat jalur. . . Gak, bukan korona? Lagian, itu juga kalau MU bisa finish di posisi lima, gimana kalau mereka ngelawak? Kemudian mengulang hasil musim lalu, dan bernasib duduk termangu menanti senja di posisi enam?

Tetapi, pendukung Manchester United gak perlu panik-panik amat, MU gak bakalan ngelawak lagi kok! Kenapa? Ini beberapa alasan menurut analisis abal-abal saya, soal mengapa Manchester United punyak kans besar meraih tiket Liga Champions musim 2020/2021.

Kembalinya Pogba dan Marcus Rashford

Angin segar tampaknya sedang mendatangi skuad MU. Dua bintang utama mereka, Paul Pogba dan Marcus Rashford, telah pulih dari cidera. Keduanya dikabarkan siap kembali merumput bersama skuat utama MU ketika menghadapi Tottenham Hotspur nanti. Tentu ini menjadi motivasi tersendiri bagi skuad MU, mengingat dua nama ini adalah pemain kunci MU beberapa musim terakhir.

Pogba misalnya, meski terus mendapatkan kritik sebab permainannya tak setangguh ketika berseragam Juventus, tetapi kehadirannya begitu penting. Kita bisa melihat bagaimana permainan MU bersama Pogba dan ketika tak diperkuat Pogba. Tentu secara statistik, kehadiran Pogba sangat mendukung skuad MU. Selain Pogba, Rashford bisa disebut pemain yang berperan penting. Musim ini saja, ia telah menyumbangkan 14 gol dari keseluruhan 44 gol MU di Premier League sampai pekan ke-29.

Tentu, dengan kehadiran Pogba dan Rashford, akan memberi efek positif dan diharapkan bisa mendongkrak permainan MU ke depannya.

Duet Maut Pogba dan Bruno

Yang paling dinantikan oleh penggemar MU tentunya adalah, segera melihat duet maut Paul Pogba dan Bruno Fernandes. Akurasi umpan Pogba dan tentunya juga akurasi umpan Bruno, akan sangat memanjakan Anthony Martial dan Marcus Rashford di depan mistar gawang lawan. Dan jangan lupakan si anak kecil, Masoon Greenwood, yang punya kemampuan mencetak gol layaknya Van Persie itu.

Sejauh ini, Bruno Fernandes mempunyai statistik mentereng untuk MU. Tercatat di sembilan laga yang sudah ia jalani, catatan bagus ditoreh oleh Bruno. Ia melahirkan tiga gol dan menyumbangkan empat assist untuk kesebelasan MU.

Tentu duet dua gelandang hebat ini sangat pantas dinanti. Tetapi, yakk tull, kalau tidak sial, Pogba dan Bruno  ini bisa menjadi jaminan, bahwa MU gak bakal ngelawak, itu juga kalau dark joke terlalu parah sih.

Catatan Bersih, di Sebelas Laga Terakhir

Alasan terakhir, kalau kita melihat catatan Manchester United di sebelas laga sebelum Corona menyerang. Cukup beralasan, jika mereka pada akhirnya mampu berbuat banyak di sisa laga musim ini. Dari sebelas laga, mereka tak pernah terkalahkan. Mereka meraih hasil tiga seri dan delapan kali menang. Bahkan, pertandingan terakhir mereka di Eropa League,  berhasil melindas tuan rumah LASK lima gol tanpa balas. Selain itu, catatan gol mereka juga sangat baik, tercatat MU berhasil mengemas 29 gol dan hanya kebobolan 2 kali.

Berpeluang Menjuarai Eropa League

Laga terakhir Manchester United di Eropa League sangat menjanjikan. Pada League pertama babak 16 besar kemarin, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu berhasil melibas tuan rumah LASK dengan lima gol tanpa balas. Tentu saja, dari torehan ini satu kaki mereka sudah berada di fase perempat final. Meskipun hasil ini mungkin tidak bisa menjadi jaminan untuk MU bisa mengulang kesuksesan menjuarai Eropa league di tahun 2017.

Namun, setidaknya mereka masih punya kesempatan. Apabila MU berhasil menjuarai Eropa league tahun ini, otomatis satu tiket Champions league musim depan ada di saku baju mereka.

Iyash, itu adalah beberapa analisis acak-adul saya, tentang kans  satu tiket liga Champions musim depan untuk MU. Well, kita lihat saja di akhir musim nanti.

Seseorang di luar sana bergumam, "Tapi kan, MU suka masuk angin, yak? Ya, gimana? Haish mbuh."

Iya juga sih, selain suka ngelawak, mereka juga suka masuk angin. Ingatkan waktu Ole Gunnar Solskjaer pertama kali ditunjuk sebagai Caretaker Manchester United—Pasca Jose Mourinho ditendang?



Lahir di Bengkulu, berdomisili di Batam, saat ini sedang asik jadi pengangguran, sambil mengamati bola dan mendengarkan musik, sesekali baca buku dan terkadang menulis. Ia bisa dihubungi lewat media sosial Ig dan twitter @hermanyosy.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel