Hari Ini Adalah Jeda dan Puisi Lainnya


Hari Ini Adalah Jeda dan Puisi Lainnya

Penulis: Bani Kamhar

 Hari Ini Adalah Jeda



hari ini adalah jeda bagi kemarin dan esok.


dalam jeda itu setiap orang diberi kesempatan untuk mencerna segalanya.


kata-kata yang keluar dari corong penuh api, yang membakar induk kalimatnya sendiri.


kemacetan makna pada persimpangan paragraf pagi hari.


dan huruf-huruf yang sering mendikte tubuhnya pada sebuah percakapan yang sulit dipahami.




hari ini adalah jeda, sudahkah kita menjenguk kebosanan dalam jiwa?



Probolinggo, 2020




Tentang Kata-kata



—sebab perempuan HS



kau adalah rumah


setiap hari kulihat pintunya terbuka lebar pada hitam putih yang bundar


jendela di sampingnya telah menerima sebuah kehidupan


pada kata-kata yang silau, bertebaran dari balik langit merah yang berkilau




pada waktu tertentu, kuputuskan masuk ke dalam rumah itu


gelap, tak ada siapapun di sana


namun setelah kedatanganku, kegelapan itu tiba-tiba sirna


lalu tampaklah sederet kursi dan meja kosong berdebu di ruang tamu


angka-angka pada kalender tua yang menujumu pada masa lalu


serta jam dinding yang tergeletak di sepanjang labirin waktu




sejak kedatanganku, tak ada lagi detak mengerikan itu


sebab aku adalah kata


yang telah kau baca



Probolinggo, 2020





Tentang Bayang-bayang



aku dan gelap tak memiliki hubungan spesial, kecuali saat kita pernah antri berdua di sebuah mal yang ramai, tempat orang-orang saling mengasingkan diri




mulanya aku tak mengenalnya, tetapi setelah aku sadar bahwa ia sering mengikuti langkahku, kadang ia berada di depanku, bahkan kita juga pernah jalan bergandeng tangan




tiba-tiba aku kaget ketika sedang antri dan aku berada tepat di bawah salah satu lampu di antara deretan lampu-lampu depan kasir perempuan itu, ia menyembunyikan dirinya di dalam aku




"beginilah caraku menyembunyikan cinta dari seorang perempuan" katanya



Probolinggo, 2020


 
Sajak Terakhir untuk Kekasih



sejak burung-burung tak lagi butuh dahan untuk singgah,


dan tak butuh sayap untuk terbang,


aku memutuskan untuk berhenti memberimu puisi setiap pagi




kini tak ada tempat bagi kata-kata dalam tubuhmu


perihal rindu, cemburu, dendam, dan segala koleksi percintaan lainnya

telah terjual laris di balik layar




kau bisa saja memberi kesimpulan bahwa aku masih mencintaimu, atau sebaliknya


tetapi dalam diriku cinta telah menjelma dongeng tentang seorang malin kundang,


dikutuk jadi batu setelah mengembara begitu jauh




menuju cinta bagaikan jalanan di kota-kota


di pagi hari sebelum jam kerja, atau sore hari sepulang kerja




selalu ada kesibukan dalam tubuhmu


dan kini kata-kata hanyalah ruang tunggu yang membosankan



Probolinggo, 2020




Pengantin Baru



hitam cahaya depan rumah


merangkak minta dipapah




di jendela lilin nyala satusatu


sambut sunyi yang datang menyerbu




dan cinta belum juga usai


aku dan kau tersesat di atas seprai



Probolinggo, 2020



Bukan penyair, bukan mahasiswa, bukan penikmat kopi, dan bukan yang lainnya. Karena penulis memang bukan siapa-siapa, cukup sekedar teman katanya. Biaaaahhhh!

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel