Bahayanya Perang, Cinta, dan Kebenaran



Bahayanya Perang, Cinta, dan Kebenaran

“Yang dicari dari perang hanyalah cinta, dan yang dicari dari cinta hanyalah kebenaran.”


Perang akan selalu akrab dengan yang namanya kekacauan, kerusakan dan kehancuran. Sebaliknya, cinta begitu dekat dengan kerapian, keindahan, dan ketenangan. Sedangkan kebenaran, terkadang sangat bersahabat dengan yang namanya kepahitan, ketakterdugaan, hingga kemustahilan. Tiga hal yang bisa saling bertautan ini, tidak jarang melahirkan sebuah kisah yang benar-benar menarik untuk diperhatikan. Sama halnya dengan salah satu anime yang belakangan saya tonton, dan akan menjadi pokok utama pembahasan dalam tulisan ini.


Anime ini berjudul Attack on Titan dalam versi Inggrisnya, sedangkan dalam versi Jepangnya berjudul Shingeki No Kyojin. Anime ini berkisah soal perjuangan para manusia yang melawan para raksasa. Diceritakan, umat manusia tadi hidup dalam dinding melingkar yang terdiri dari tiga bagian. Uniknya, setiap lapisan dinding memiliki nama, dan nama-nama tersebut diambil atau terinspirasi dari nama para Dewi mereka di masa lalu. Nama dindingnya mulai dari yang terluar sampai yang terdalam yaitu Maria, Rose, Sina.


Tiga lapisan dinding tersebutlah yang selama satu abad lebih melindungi manusia dari serangan raksasa. Selama satu abad pula para penduduk bisa merasa hidup tenang tanpa gangguan yang datang dari luar. Jika dipikir lebih jauh, latar tempat anime ini ibarat surga di dalam dinding, yang memiliki tiga lapisan di dalamnya. Semakin ke dalam, kehidupan semakin enak dan tenteram. Tidak ada kelaparan, tidak ada kepayahan, dan tidak ada kemiskinan.


Sistem pemerintahan yang dipakai dalam alur anime ini adalah sistem monarki, dengan raja sebagai pimpinan tertinggi, dibantu oleh para menteri, para keluarga bangsawan dan pengawal keluarga kerajaan. Anime ini belumlah tamat, dan masih menunggu kelanjutannya dalam season keempat. Dari tiga season sebelumnya, para penonton dianjurkan bersabar ketika ingin mengikuti alur ceritanya. Bagi yang tidak sabaran, saya pribadi menyarankan untuk jangan menonton anime ini secara marathon. Sebab, anime ini memang kesannya agak bertele-tele.


Anime ini memiliki tiga tokoh utama, yaitu Eren Jaeger, Mikasa Ackerman, dan Armin Arlert. Tiga tokoh ini memiliki sifat dan watak yang sangat berbeda, dan memang terkesan saling melengkapi kekurangan yang ada di tokoh lain. Sebut saja Eren Jaeger, tokoh sorotan yang sangat ditunggu kelanjutan kisahnya oleh para penonton. Eren, adalah manusia yang dikisahkan punya kemampuan untuk berubah menjadi seorang raksasa. Kemampuannya ini didapat secara misterius, dan belum diketahuinya untuk waktu yang lumayan lama.


Mikasa adalah perempuan yang sewaktu kecil hidupnya pernah diselamatkan oleh Eren. Diceritakan kalau Mikasa sempat menjadi tawanan para penjahat yang berniat menjualnya, karena Mikasa adalah seorang keturunan dari keluarga yang sudah amat langka. Momen pertemuan Eren dan Mikasa tersebutlah yang pada nantinya membuat sebuah ikatan antara mereka berdua, dan jalinan hubungan tersebut pula yang paling banyak bisa ditafsirkan.


Salah seorang teman saya yang pernah menonton anime ini mengartikan kalau Mikasa adalah budak cinta (bucin), karena Mikasa terlihat selalu menempel pada Eren. Akan tetapi, saya pribadi mengartikannya lain dari itu. Bagi saya, Mikasa adalah orang yang paling mengerti dengan yang namanya kesetiaan. Kesetiaan yang tidak lahir dari rasa ketidakenakan, dan bukan pula kesetiaan yang lahir karena rasa tunduk atau penghambaan. Lebih dari itu, Mikasa bagi saya adalah seorang perempuan berani yang dengan tepat menentukan jalan hidupnya. Entah sekelilingnya akan mencemooh, Mikasa adalah orang yang paling kuat memegang prinsipnya.


Mikasa juga diceritakan sebagai tokoh yang paling berbakat dalam anime ini. Terlahir dari garis keturunan yang langka, baik dari ibu dan ayahnya, membuat darahnya menjadi sempurna. Selain itu, kejeniusannya pun belum ada yang menandingi dalam anime ini. Hingga, potensinya tidak pernah diragukan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.


Kepribadian Mikasa pun tergolong unik, dan hal ini tentu saja berkaitan dengan pilihan hidupnya. Pilihan hidup Mikasa tidak lain adalah melindungi Eren sampai ia mati, meskipun ia harus rela mengganti nyawa Eren dengan nyawanya. Ya, begitulah seorang Mikasa. Perempuan yang tidak dibutakan oleh cinta, akan tetapi perempuan yang paling teguh memegang janji dan perempuan yang paling erat menggenggam apa yang sudah ia percayai.


Sedangkan Armin, adalah tokoh yang idenya paling cemerlang dalam anime ini, sekaligus orang yang paling lemah. Dari kelemahan dan kelebihan yang ia miliki, Armin adalah pengatur strategi dan taktik yang paling ulung. Walaupun begitu, Armin juga tokoh yang paling penakut dalam beberapa situasi. Sedari kecil, Armin selalu ditolong oleh Eren dan Mikasa apabila ada masalah. Sampai kisah peperangan dimulai, Armin juga dalam momen-momen tertentu selalu diselamatkan oleh Eren dan Mikasa.


Perang yang seperti Tiada Akhir


Sebagaimana yang sudah saya singgung di awal tadi, anime ini adalah anime yang menceritakan perang antara manusia dengan raksasa. Anime ini juga berpusat pada tiga tokoh utama tadi, dan lebih sering menyorot resimen yang mereka masuki, yaitu korps pengintai. Anime yang bergenre Laga, Fantasi Gelap, dan Fiksi pasca Apokaliptik ini, banyak mengajarkan taktik dan strategi berperang semi modern untuk kita. Bagi penonton yang tidak kuat dengan adegan gore, saya sarankan menyiapkan diri terlebih dahulu jika ingin menonton anime ini.


Bisa jadi aneh memang, di saat orang membutuhkan ketenangan, kebanyakan setahu saya akan memilih untuk menonton genre comedy atau setidaknya parodi. Kebalikannya, saya malah memilih untuk menonton anime ini dan sangat menikmatinya. Dalam beberapa episode, memang ada kengerian di benak saya. Akan tetapi, semuanya hilang seketika dan kalah dengan rasa keingintahuan saya. Yang menjadi kebingungan tersendiri, entah kenapa saya merasa menikmati anime ini, dan sangat memaksakan menyelesaikannya meskipun tubuh sudah meminta istirahat.


Kembali pada animenya, perang yang tergambar di anime ini benar-benar menimbulkan efek yang memualkan. Kita akan banyak menemui adegan cipratan darah, kepala yang terpisah dari tubuh, kelesuan para prajurit yang kalah perang, serta kekecewan-kekecewaan yang pada akhirnya terakumulasi dan meledak seketika. Bagaimana tidak, jika perang yang dilaksanakan tanpa ada pengetahuan yang cukup untuk melakukan perang itu sendiri, bisa saja kalau kita anggap sebagai sebuah ajang bunuh diri bukan?


Nah, para manusia dan spesifiknya korps pengintai dalam anime ini, sudah melakukan hal tersebut selama puluhan tahun. Tentu saja mereka selalu belajar dari setiap kali misi dijalankan dan berakhir. Namun, pengetahuan saja tidak cukup untuk menyelesaikan perang tersebut, dan sangat dibutuhkan pengalaman dari orang-orang yang tidak hanya berani, tapi juga nekat setengah mati. Itulah sedikit gambaran yang dimiliki oleh Eren. Dan hal tersebut lahir dari dendam serta amarah yang menggumpal sehingga membuatnya lupa tujuan sebenarnya.


Ciri khas dalam perang di anime ini sangat kentara dan begitu jelas tergambar setiap kali akan berlangsung. Secercah harapan akan selalu ditaruh di depan apabila perang akan berlangsung. Dengan cara seperti itu, menghindari kematian yang sudah pasti dianggap bentuk dosa yang sulit diampuni. Doktrin dan kepercayaan yang dipegang serta terwakili di beberapa tokohnya, sangat menentukan bagaimana keberlangsungan dan hasil akhir perang tersebut. Sebab perang tidak akan cukup hanya dengan pemenang, akan tetapi juga membutuhkan siapa yang bisa bertahan.


Seperti Dendam, Cinta Lebih  Sering  Membutakan


Dendam kesumat adalah hal yang fatal, begitu pula dengan cinta yang tanpa alasan. Sebab bukan hanya hidup yang menuntut alasan, akan tetapi kematian juga menginginkan hal yang sama. Di saat kematian sudah di ambang mata, maka kau harus tahu kenapa kau harus mati. Jika belum mengetahuinya, bukankah tidak masalah kalau kita malah menunda kematian. Karena mati bukanlah segala-galanya untuk mengakhiri sesuatu, dan memilih terus hidup juga tidak melulu menjadi jalan keluar dari setiap persoalan.


Sebuah keseimbangan antara kehidupan dan kematian, ibarat ‘yin’ dan ‘yang’. Komposisi dan proporsi yang tepat, menjadi ukuran ekuilibrium di dunia ini. Jika tidak dihitung dengan dosis yang tepat, maka hanya mendatangkan sebuah kesengsaraan semata. Seperti cinta dan juga dendam, dua hal yang akan selalu ada dan berhubungan. Ibarat bunga dan para kupu-kupu, yang indah karena saling memiliki keterikatan. Karena kumpulan bunga tanpa kupu-kupu hanya menjadi taman membosankan, dan kupu-kupu tanpa bunga hanya akan menjadi seekor hewan.


Tentu saja kita sering mendengar istilah ‘cinta buta’. Cinta yang menutup kebenaran darinya. Cinta yang tidak menunggu persetujuan dari siapa pun. Cinta yang selalu menuntut balasan lebih dari apa yang dibayangkan, dan cinta yang selalu meminta dituntaskan. Begitulah gambaran cinta yang ada di anime ini. Walaupun tidak secara terang-terangan, banyak momen yang menunjukkan betapa bahayanya cinta tanpa pengetahuan yang cukup. Lantaran cinta itu tidak harus ditunjukkan, dan juga tidak selalu sempurna jika diucapkan.


Ada salah satu pengecualian cinta yang tidak bisa disebut buta dalam anime ini. Yaitu cintanya Mikasa pada Eren. Cinta yang teramat sederhana meskipun harus selalu melewati mara bahaya. Inilah bedanya cinta buta dengan cinta tulus karena suatu pilihan tanpa pernah ada penyesalan. Alasan cinta tentu berbeda-beda, dan hal itulah yang menjadikan cinta selalu asik untuk kita obrolkan. Dalam hal ini, Mikasa adalah tokoh yang paling sempurna dalam mencintai


“Perempuan yang mencintai dalam diam dan membiarkan semesta yang menyampaikan.”


Seberacunnya cinta, adalah cinta yang tidak memberikan sebuah pilihan, dan meninggalkan sebuah kenangan yang sulit untuk ditinggalkan. Dalam anime ini, para penonton akan bisa menemui cinta yang saya maksud, dan silahkan tafsirkan sendiri andaikan menemui sebuah kekeliruan. Untuk memaknai hakikatnya cinta, memang memerlukan banyak penafsiran. Karena cinta bagi saya tidak perlu takut akan bahaya, tetapi takutlah karena tidak tahu seberapa bahayanya cinta.


Kebenaran adalah Skenario Semesta yang Mengharukan


“Pahitnya kebenaran sebaiknya pernah kita rasakan, agar tidak hanya terus hidup dalam kepura-puraan, di dunia yang keji, kejam, dan tidak membutuhkan belas kasihan.”


Baik tiga tokoh utama dan tokoh lainnya dalam anime ini, hampir bisa dibilang semua pernah menelan pahitnya kebenaran. Tentu saja pada awalnya mereka tidak terima dan berusaha mengingkarinya. Tetapi, akhirnya mereka semua tersadar, bahwa pahitnya kebenaran itu ada kalanya harus ditelan bukan dimuntahkan. Ibarat pil yang kamu minum ketika kamu sedang sakit. Sebab pahitnya kebenaran tidak selalu melukai, dan lebih seringnya menyembuhkan.


Baik Eren, Mikasa, dan Armin, sama halnya seperti manusia biasa. Yang tidak akan langsung bisa menerima perubahan nasib secara mendadak. Tapi dari sanalah para tokoh utama, serta tokoh lain dalam anime ini belajar, kalau kebenaran itu bukanlah hal yang patut untuk dihindari. Begitu pula bagi kita di kehidupan nyata. Percayalah, kebenaran itu hanya menyakitkan sementara. Beda halnya dengan sebuah kebohongan. Memang, terkesan tidak menyakitkan. Akan tetapi, dalam waktu lama kita akan merasa seperti sedang menanggung sebuah kutukan.


Sampai kapan pun, kebeneran akan menjadi sesuatu yang berbahaya. Seperti pedang tajam yang bisa menggorok leher kapan saja. Seperti tembakan meriam, yang bisa menghancurkan apa saja. Dan seperti bom waktu yang bisa meledakkan apa saja. Begitulah bahayanya kebenaran. Mau dikutuk bagaimanapun, dan dibenci seperti apa pun, begitulah ia dengan segala kesederahanaan dan kepolosannya. Boleh saja apabila kita tidak bisa menerima kebenaran yang ada di dunia, tetapi bukan berarti kita bisa menutupinya selamanya.


Seperti bau bangkai yang akan tetap tercium meskipun disimpan sedemikian rupa. Kebenaran itu memang perih kawan, dan mari selalu bersiap menghadapi kenyataan yang penuh dengan kebohongan ini. Apalagi kita sudah di zaman yang biasa disebut dengan pasca kebenraran. Yang di mana kata-kata asalkan sering diucapkan menjadi kunci dan wakil dari kebenaran. Biarpun kebenaran itu sendiri sudah hilang entah ke mana. Akan tetapi yang jelas, kepercayaan terhadap kebenaran itu tidak akan bisa dimatikan. Seperti ilalang yang susah dibasmi.


Apabila tidak kuat menghadapi kebenaran, maka bisa disimpulkan kita belumlah bisa disebut mampu menghadapi kenyataan. Terlebih dalam kondisi sekarang yang selalu mengaburkan batas antara kenyataan dan fatamorgana. Sebab bisa saja kita tertawa padahal hati sedang memendam luka yang begitu dalam. Atau kita pura-pura menangis dalam kebahagiaan yang lahir dari sebuah kekejaman dan ketegaan. Tidak perlu menghakimi siapa dan apa yang paling benar. Karena jalan kebenaran nisacaya akan selalu muncul dengan sendirinya, walaupun tanpa adanya sebuh harapan.

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel