Adekku yang Lucu dan Puisi Lainnya


Adekku yang Lucu dan Puisi Lainnya
Sumber Foto: cuadernoderetazos.wordpress.com

Penulis: Maulidan Rahman Siregar

IBU



daging nakal di rahimmu, aku

makan isi jantung, makan empedu

binal segala rindu

manakala ayah, mengecup lembut perutmu

tapi yang bergetar batangku

yang mengaduh, aku

ini akan menjadi sesuatu yang kurang lucu, ibu

sebab, kepalaku, entah bengkok entah lurus

melacur selalu di rahimmu

menyatu, menjadi darah

menjadi apa saja!

rebah di setiap istirahmu

bahkan di dalam sujud paling aduhaimu, ibu

atau dalam doa paling panjang yang kau rapal

di rahimmu, aku

si imut si lucu

cuma makan dan minum

dan sesekali menendang

oh, benarkah, ngilu?

ngilu, biru, cintamu, padaku, ibu?



2019





PITAWAT IBU



bersama jiwa gelap ini, ibu

seekor bangsat yang kebetulan bencong

menusuk ekorku

tak kuingat lagi, dongengmu di gelap

semesta

kala kau lelapkan, aku

dusta di mulut penyair, ibu

tertulis, jika taubat adalah pintu

tapi, di sini ibu

langit selalu menelanjangi

matahari selalu bercanda, ibu

bayangkan, matahari terbit pukul 09 pagi

dan jiwa ini

tetap terlambat

memaknai isi bumi

tidak kuulang lagi, ibu

si bencong tadi

semoga tetap di masa lalu

lebur bersama waktu



2019



ADEKKU YANG LUCU



kelak, ‘kan datang padamu

rindu sebesar peluru

yang akan menikam malammu

di malam jahanam itu kau

memintaku untuk membeli pembalut

sebab kau ingin muntah

kakimu telah mendayu-dayu

langkah-langkah yang rintih

dan amalam di kampung kita lengang belaka

kau menangis sejadi-jadinya

dan melompat ke dalam pelukan ibu

kau sembunyi di bawah meja

perih, bu, sakit, bu

dan malam jahanam, oh, adikku yang unyu

masih membunuh perihmu



tok-tok-tok, ayah mengetuk pintu

membawa sekotak martabak

kau tak ingin martabak, katamu

lagi, kau menangis sejadi-jadinya

dan malam yang jahanam berdarah-darah

di rok mungilmu yang ehem



dan kau teriak sekencang-kencangnya

terangkanlah, ibu, terangkanlah

monster apa ini

yang menggigit rok kesayanganku



dan ibu, menyobek roti yang kubeli

begini, Nak, cara kerjanya

“kau tutup matamu, dan bayangkan

kau bersama artis korea kesayangamu”

dan, di malam jahanam itu

kau tetap saja, menangis sejadi-jadinya



ayah menutup jendela, dan menyuruhmu

“sayangku, keramaslah sekali waktu”

dan tetap saja, kau menangis sejadi-jadinya



2019





PRESIDEN



ia mati

di mulut seorang jenazah

yang bertanya,

“kapan mati, kapan aku mati?”

padahal, jenazah tadi

masih pakai baju

imut dan lucu

di tengahnya, entah kucing entah amfibi

pokoknya mah gini

jenazah tadi adalah seorang presiden

dia selalu ingin pamit

ketika rakyat serentak berucap

“assalamualaikum bapak, keren sekali hari ini”



2019





WALK WITH ME



di dalam dirimu, aku mungkin seekor babi

yang membangkai, sepanjang tahun

nasib badan bagai pantung orang dulu

“dagang dikembang, hujan

hujan rebah di matamu!”

tangiskah itu, di matamu?

hilih, aku bertanya kepada aku yang diam

di jantungmu

ya, dagang apes tak laku-laku

asin betul air matamu

aku? ada aku di situ!

berjalanlah, kekasihku

biar untung badan lekas padamu

katamu, kau ingin jadi matahari pagi

yang ‘kan kagetkan aku

cilukba, cil cil cilukba, katamu

bangun, bang, bangun!

kita ke tepi, ke dekat tiada

menepis segala cemewew

yap, kita!



2019





UHUY



seekor ustaz membunuh seekor ular di

dalam dirimu

dengan segala sensasi, yang sedang ia

upayakan

ia berdoa agar selalu bisa hidup

dan memperoleh banyak uang

makanya, kepala pitaknya selalu ia

pergunakan

untuk coli ribuan tahun

hingga pangkreasnya berpilin

dan lututnya tipis

ia selalu memulai doa pagi

dan sembunyi

dalam tidurnya

uhuy, celaka!


2019




Maulidan Rahman Siregar, lahir di Padang 03 Februari 1991. Menulis puisi dan cerpen di berbagai media. Bukunya yang telah terbit, Tuhan Tidak Tidur Atas Doa Hamba-Nya yang Begadang (2018) dan Menyembah Lampu Jalan (2019). Bisa ditemui dan dihubungi di: Instagram;Bunyijiwa, Facebook; Maulidan Rahman Siregar, Email; rasukiaku@gmail.com

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel