Masjid Lawang Kidul; Bukti Sejarah Perjuangan



Masjid Lawang Kidul; Bukti Sejarah Perjuangan
Sumber Foto: kontraktorkubahmasjid.com
Masjid ini terletak di Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Sumatera Selatan. Masjid Lawang Kidul adalah salah satu bukti perjuangan Kiai Marogan dalam berdakwah. Setelah sebelumnya beliau mendirikan masjid Merogan, Kiai Marogan pun akhirnya mendirikan masjid Lawang Kidul. Masjid Lawang Kidul didirikan sepuluh tahun setelah masjid Merogan. Yaitu tepatnya pada tahun 1881.


Masjid Lawang Kidul di masa awal dibangun, memegang peran yang lumayan penting bagi masyarakat di sekitar. Selain menjadi pusat aktivitas, seperti perdagangan dan pertukaran informasi, masjid ini menjadi tempat terbaik untuk bermusyawarah dan berkonsultasi pada waktu itu. Alasan didirikannya masjid ini masih belum jelas, dan belum ada catatan pakem yang bisa menjelaskan hal tersebut. Namun sederhananya, masjid ini adalah upaya Kiai Merogan dalam melawan bentuk hegemoni peribadatan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial pada waktu itu.


Melihat perkembangan umat Islam yang sangat pesat di Palembang waktu itu, tidak diimbangi dengan pesatnya pembangunan masjid. Hal ini memang tentunya beralasan. Mengingat, ada semacam ketakutan di pihak pemerintah kolonial, yang mengkhawatirkan apabila masjid dibangun terlalu banyak. Terlebih, karena masjid, selalu menjadi pusat aktivitas orang-orang dulu. Maka dari itu, diberlakukanlah pembatasan pembangunan masjid. Agar, upaya untuk mengkritisi pemerintah kolonial, bisa diminimalisir.


Bisa dibilang, masjid ini masih terjaga keasliannya. Material masjid ini terbuat dari campuran batu kapur, lalu dicampur dengan putih telur. Hal tersebut yang menjadikan masjid ini kokoh, dan 99 persen masih bangunan asli, dan belum ada yang diganti. Dari kokohnya pula, membuat masjid ini dijadikan markas para pejuang, untuk mengusir penjajah kolonial pada waktu itu. Keunikan masjid ini juga karena menggunakan kayu Unglen sebagai bahan untuk pintu, jendela dan tiangnya. Kayu Unglen terkenal karena strukturnya yang kuat dan tahan air.


Berbeda dengan masjid Ki Merogan, yang kental dengan perpaduan tiga budaya di dalam dan dari bentuk bangunannya, masjid Lawang Kidul adalah masjid yang hanya dipengaruhi kebudayaan Tiongkok dan Melayu. Tiang masjid ini berbentuk segi delapan, dengan empat penyangga atapnya yang berukuran kurang lebih 20 meter. Pilar utama masjid ini setinggi 8 meter, dan dikelilingi oleh tiang-tiang pendamping sebanyak12 buah, yang berukuran 6 meter.


Nama masjid ini berasal dari posisi masjid ini sendiri. “Lawang Kidul” bisa diartikan sebagai pintu selatan. Selaras karena daerah ini menjadi salah satu pintu masuk berkembangnya Islam di Palembang, Sumatera Selatan pada waktu itu. Bentuk masjid ini pun memang dibuat lebih kecil daripada masjid Agung Palembang. Hal ini berangkat dari polemik dengan pihak yang berada di masjid Agung, yang dibelakangnya didalangi oleh pemerintah kolonial.


Masjid ini sempat menjadi perbincangan serius kala itu. Sebab, dianggap sebagai masjid ilegal. Sebenarnya ini hanyalah akal-akalan dari pemerintah kolonial semata. Mengingat masjid ini dibangun atas wakfanya Kiai Marogan. Warisan wakaf semacam ini, dikhawatirkan akan memupuk bibit-bibit perlawanan. Dan selanjutnya, selama puluhan tahun, terjadi pelarangan sholat Jum’at di masjid ini. Namun akhirnya bisa terselesaikan dengan kegigihan masyarakat yang ada di sekitar. Dengan meraih dukungan dari para ulama, baik yang ada di Indonesia dan yang berada di Mekkah pada waktu itu.


Mengunjungi masjid Lawang Kidul, memberikan sebuah pengalaman berbeda dengan mendatangi masjid lain yang ada di Palembang. Pasalnya, dari bentuk bangunan dan gaya arsitekturnya, akan membuat para pengunjung merasakan sensasi nostalgia yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Masjid ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan setiap tahunnya. Biasanya, wisatawan yang banyak berkunjung ke daerah ini berasal dari negara Malaysia, Arab Saudi, dan Brunei Darussalam.

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel