Biduk Karam dan Puisi Lainnya


Biduk Karam dan Puisi Lainnya
Sumber Foto: rainsangpelangi.files.wordpress.com
Penulis: Pelangi Apriliandini Salsabila (NGY)


Jika Cinta


Jika cinta adalah rasa

Membubung memenuhi asa

Bak mentari pagi menghangatkan karsa
Pendarnya mengisyaratkan kebahagiaan mengangkasa

Menyapa tiap pasang netra yang berklausa



Jika cinta adalah anugerah

Akan kusongsong hadirnya laksana fitrah

Terlahir dari semurni-murninya fikrah

Berpusat dari segala sumber girah

Sang Maha Cinta tempatku berserah



Jika cinta adalah asa

Ingin kugantungkan setinggi-tingginya rasa

Pada Dia yang Maha Kuasa

Penggenggam dan penentu tiap selaksa



Namun, jika cinta adalah keresahan

Menimbulkan canggung  tak berkesudahan

Menggugah gejolak jiwa tak terelakkan

Mengetuk kegaduhan sanubari yang merisaukan

Biar kutimbun saja

Tenggelam bersama angan yang terpatri

Meski perih terasa menyeri



Namun, jika cinta adalah fitnah

Mengakibatkan dunia terkena seranah

Bersama nestapa yang kian parah

Lebih baik kukurung dalam ruang khazanah

Kukungkung rapat dengan amanah

Atau bahkan kumusnahkan saja hingga punah

Raib dari negeri fana



Tapi, jika cinta adalah pertemuan

Dari dua hati yang saling tertawan

Merebak indah di lembah kesucian

Hingga terdengar simfoni surga yang merdu nian

Ingin kumerasakannya

Mau kumengharapkannya

Bersama doa dan sujud di ujung sembahku pada-Nya



_Bacan, 29 Maret 2020_





Biduk Karam


Biduk kini telah karam

Tenggelam balutan temaram

Raib, pekat dan suram

Kendali nahkoda pun menukik tajam

Mercusuar bersinar kelam



Entah perihal bagaimana kabar mereka

Masih satu jangka?

Atau hanya memikirkan raga awak saja?

Masih baku sambung kah?

Atau terlepas karena nyawa awak saja



Pasrah, sadrah, sumarah

Di atas pusara nurani menyerah

Harapan suri pun tergantung girah

Lanjut atau jerah



_Bacan, 9 Mei 2020_





Lelah Hayati


Sarira rengsa sengsara

Memenjara massa perkara

Para masa gatra

Cakra perasa mengudara



Mati kini, Hayati

Apati berironi di hati

Pasti imani terhenti

Amati kroni-kroni tak berarti



Malang nian suratan

Alang kian menawan

Dulang cacian bak panganan

Pulang berceraian perasaan



Duh Gusti...

Sabar parengi neng ati

Mugi-mugi surga sing dientuki



Bacan, 10 Mei 2020





Ukiran Bengis


Meringis menahan perih

Menangis mengeluarkan lirih

Bengis mengukirkan surih

Langis menginginkan pamrih



Afeksi terinfeksi ambisi

Aversi teradopsi asumsi

Esendi terhabisi fiksi

Emosi teradisi asasi



Pasrah dan berserah

Memulihlah gairah



Bacan, 12 Mei 2020_





Dipukul Mundur


Kau tahu rasanya?

Ketika bantalan dipukul mundur

Itulah rasanya



Kau tahu rasanya?

Ketika pipimu ditampar

Itulah rasanya



Kau tahu rasanya?

Ketika wajahmu dilempar

Itulah rasanya



Kau tahu rasanya?

Ahh sudahlah...

Sepertinya kau tak tahu



_Bacan, 12 Mei 2020_





Satu Sisi


Sisi satu menyeruak

Dalam riak mendesak

Dengan napas penuh sesak

Menopang beban di ujung pasak



Ingin kuteriak

Menegaskan watak penuh kerak

Sembunyi di balik tamak

Kebohongan yang bercorak



Apa pikirmu tentang amanah?

Apa hanya sebuah kumpulan kata tak bermakna?

Ataukah ironi beban hidup tak berfaedah?

Sungguh piciknya dirimu saudara!

Engkau lari mengejar mudah

Tinggalkan kawan di lubang derita

Yang seharusnya tanggunganmu lah



Hei kau!

Pergi saja, pergi sejauh mata tak menjangkau

Lari, larilah! Seolah maut tak mampu mengejar

Takkan sejengkal langkah pun kumenghambat

Untuk diri pengecut tak bermalu

Lihat saja bagaimana takdirmu






NGY adalah nama pena puisinya. Alumnus Pendidikan Matematika, IKIP PGRI Bali. Aktivitas saat ini: Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia – Dompet Dhuafa Pendidikan penempatan Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Bisa ditemui di: Instagram; (@angy_pelangi), Facebook; (Pelangi Apriliandini Salsabiilaa)

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel