Sekelumit tentang Lembaga dan Langkah Strategisnya


Sekelumit tentang Lembaga dan Langkah Strategisnya
Penulis: Siti Nur Samsiyah

Identitas organisasi yang melekat pada lembaga bimbel konvensional seperti Ganesha Operation (GO), adalah salah satu ciri khusus sebuah lembaga. Menjadi representasi organisasi atau lembaga kursus terkait, sehingga akhirnya bisa menjadi pembeda dari yang lain. Perlu diingat, identitas organisasi pada sebuah lembaga, biasanya akan terinternalisasi pada anggota organisasi dalam kurun waktu yang cukup lama. Hal ini mengakibatkan identitas organisasi menjadi tak kasat mata, atau tidak kentara dalam diri anggota organisasi.

Maka, menjadi penting bagi seorang pimpinan organisasi merumuskan identitas organisasi dengan matang serta holistik. Sementara itu, di ranah publik, identitas organisasi juga menjadi sebuah penanda khusus. Publik akan mudah menentukan pilihan lembaga kursus mana yang sesuai kebutuhan. Penentuan pilihan bagi pengguna jasa atau konsumen, sangat mungkin disandarkan pada identitas organisasi yang diserap konsumen. Baik dari publikasi brand lembaga tersebut, hingga kepada promosi-promosi di berbagai tempat.

Selain itu, identitas organisasi pada lembaga kursus, turut menyumbang tawaran ide dalam sebuah pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh identitas organisasi ini, sangat berkaitan dengan beberapa persoalan yang belakangan menjadi momok tersendiri bagi kursus konvensional, yaitu digitalisasi. Digitalisasi era 4.0 masuk dalam segala lini kehidupan, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan non formal seperti GO.

Apakah maraknya fenomena kursus virtual menjadi penghalang bagi eksistensi lembaga kursus konvensional? Atau malah turut mendorong sehingga menjadi langkah strategis bagi sebuah lembaga kursus konvensional?

Setidaknya, ada tiga faktor yang menjadi pengaruh dari identitas organisasi, dalam hal membuat keputusan untuk mengurangi ruang kelas bimbingan belajar (bimbel). Yaitu membatasi tutor yang dikirim ke rumah-rumah, mencipatakan aplikasi seperti Ruang Guru, hingga melakukan pengurangan cabang kursus di beberapa tempat.

Pengaruh Logo dan Warna Organisasi

Logo dan warna sebuah brand, selanjutnya mampu menjadi sebuah identitas yang melambangkan ciri khas dari sebuah lembaga atau organisasi. Misalnya saja, saat seseorang melihat patung Ganesha yang dikelilingi warna merah dan jingga, rujukan berfikirnya adalah GO. Identitas organisasi yang dibangun GO lewat logo dan warna bagunan lembaga kursus GO, secara tidak langsung ikut menyumbang pengambilan sebuah keputusan.

Identitas organisasi, secara fundamental turut serta memengaruhi keputusan GO untuk terlibat menciptakaan aplikasi khusus, yang akhirnya bisa digunakan secara virtual bagi anggota yang sudah berlanggangan. Layanan online yang ditawarkan GO pada konsumennya, adalah bentuk garansi kemudahan bagi pengguna jasa GO, yang tidak berkesempatan hadir secara offline. Sebuah modifikasi semacam ini, dibuat oleh layanan lembaga kursus GO berdasarkan analisis kebermanfaatan di era serba online.

Di sisi lain, hadirnya GO cabang online, juga menjadi langkah strategis yang diambil manajemen GO sebagai alternatif peningkatkan mutu layanan GO. Sehingga, diharapakan mampu untuk meningkatkan kepercayaan publik. Bahwa, GO adalah sebuah lembaga bimbel yang kekinian. Langkah preventif seperti ini, bisa berdampak baik dengan meningkatnya pengguna jasa layanan bimbingan belajar di GO secara online. Dan juga mampu mempertahankan pengguna jasa secara offline. 

Brand GO, memang sudah menasional dan diterima dengan baik oleh publik. Berdiri sejak 1 Mei 1984, artinya Logo GO sudah 36 tahun beredar di tengah masyarakat. Tingkat kepercayaan publik pun tinggi pada GO. Keputusan yang diambil oleh pihak manajemen GO, untuk tetap membuka ruang bimbingan belajar secara offline dan online, kami pandang sebagai langkah strategis dalam pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh logo dan warna GO.

Dengan meminjam istilah dalam kaidah usul fiqih, keputusan yang diambil oleh manajemen GO adalah, ‘al-muhafadzah alal-qadim al-shalih wal-akhdzu bil-jadid al-ashlah’. Dengan kata lain, manajemen GO tetap melestarikan nilai-nilai lama yang baik, yaitu kursus offline. Namun juga tidak lupa masih menerapkan nilai-nilai baru yang lebih baik, yaitu kursus online atau virtual lewat aplikasi.



Mahasiswa Pascasarjana UNJ dan Kader PMII Yogyakarta

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel