Rekomendasi 5 Tempat Magang yang Harus Diantisipasi Nadiem Makarim


Rekomendasi 5 Tempat Magang yang Harus Diantisipasi Nadiem Makarim

Penulis: Abdi Putra*

Rencana Nadiem Makarim untuk bikin program magang 3 semester, memang berindikasi mengancam zona nyaman kaum rebahan. Sebenarnya, bukan hanya kaum rebahan yang akan terancam dengan rencananya itu. Kaum bucin dan kaum hyperactive juga masuk golongan yang akan terancam zona nyamannya dengan adanya kebijakan semacam itu.

Terobosan Nadiem Makarim jilid 2 ini, sebenarnya biasa-biasa saja, dan gak ada wahnya samasekali. Kalau sempat bikin heboh, sebenarnya ini gak terlepas dari peran media kita yang memblow up dan memframingnya sedemikian rupa.

Toh pada akhirnya semua orang memang bakal bekerja. Entah itu jadi pengupas salak, pengupas nanas dan pengupas aib orang.

Banyak sebenarnya yang menyayangkan kebijakan Menteri Pendidikan kita ini. Obrolan soal ini pun menjadi topik hangat bagi kaum penghuni warung kopi, baik di sekitar sorowajan dan nologaten island. Kebijakan ini, diperkirakan bakal berdampak negatif pada generasi kita mendatang. Pasalnya, terobosan ini dianggap sebagai bentuk industrialisasi dan komersialisasi di wilayah pendidikan.

Jika ada yang beranggapan semacam itu, toh memang itu nyatanya benar. Namun, tak sepenuhnya benar. Dikarenakan, terobosan itu tidak semata-mata lahir karena latar belakangnya Nadiem Makarim sebagai mantan CEO ojol si baju ijo. Toh, banyak pertimbangan lain yang dijabarkan dalam pidatonya soal terobosan jilid 2-nya ini.

Semua alasan yang disampaikannya itu sangat-sangat logis. Dan tidak perlu menunggu fatwa MUI dulu untuk menimbang benar-tidaknya.

Tapi eh tapi, sebenarnya ada yang luput dari pengamatan kita bersama lho…

Banyak para pengamat, memperkirakan kebijakan “Kampus Merdeka” ini perlu menunggu hasil dari forum rektor se-Indonesia. Selain itu, banyak juga praduga yang memperkirakan kalau kebijakan ini akan terus berlanjut, selama Nadiem Makarim yang menjadi menteri pendidikan. Kalau menteri pendidikannya diganti, maka kebijakan ini toh tidak akan bisa bertahan.

Terlepas dari itu semua, pemerhati serta pengamat pendidikan kita, belum ada yang secara serius membicarakan tempat magang bagi para mahasiswa nantinya. Baik itu tempat yang menjadi rekomendasi dan tempat yang harus diantisipasi bagi para mahasiswa kita. Ya gak? Pasti belum ada kan?

Nah,  ada 5 tempat magang yang seharusnya diantisipasi Nadiem Makarim. Pasalnya 5 tempat ini tidak bisa memajukan sumber daya manusia di Indonesia.

Pertama, Magang di Masjid.

Lohhh. Antum kafir ya? Eh gak kok. Serius nah. Pasalnya masjid dari dulu sudah jadi tempat magang mahasiswa? “Mana buktinya?” Lhoo… profesi takmir itu emangnya profesi tetap mahasiswa? Yang namanya takmir, itu ada batas waktunya, kecuali eh kecuali, masjidnya milik pribadi..

Kedua, Magang di Warung Kopi.

Lhooo… bukannya warung kopi bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) kita? Minimal ya jadi pengusah kopi lah.. Eh, dari mana ceritanya mantan pekerja warung kopi (yang biasanya sistem kontrak itu) bisa jadi pengusaha? Ini sebenarnya pengalaman pribadi dan udah ada tulisannya, yang berjudul “Eksploitasi Pekerja di Warung Kopi.”

Sebenarnya ya sebenarnya sih, para pekerja warung kopi itu gak diberi kesempatan untuk belajar kewirausahaan sama sekali. Realita di lapangan, para pekerja warung kopi dengan jam kerja yang walaupun tidak sampai 8 jam, tapi beban bekerja yang diterima gak beda dengan kuli bangunan dan kuli di pasar.

Apalagi warung kopi yang memang bayarannya jarang sama dengan UMR, bisa dibayangin kan nasibnya mahasiswa yang mau magang di warkop?

Ketiga, Magang di Warung Sayur.

Warung sayur, adalah usaha yang menjanjikan di era milenial seperti sekarang. Dengan adanya acara master chef, anak-anak milenial jadi pengen lebih sering masak. Dan keren aja gitu, hari ini kalau kita puny skill masak. Apalagi ada chef Renata, chef Arnold dan chef Juna yang bisa jadi role model kita hari ini.

Kebayang kan kalau mahasiswa kita bisa sekeren itu? Apalagi go Internasional dengan profesi chef kan lur??? Tapi, coba bangun dulu deh dari mimpinya.

Kerja di warung sayur itu adalah perbudakan yang nyata lohh.. Data ini ane kumpulin dari orang-orang yang pernah kerja di warung sayur. Hasilnya, sunggguh tidak menjanjikan. Boro-boro mau ngembangin kualitas SDM kita, nohh beberapa teman ane yang ada malah pengen ambil alih warung sayurnya.

Ada satu kisah, masih dari temen ane juga. Gajinya habis dipake berobat gara-gara kelelahan tingkat dewa. Bahkan, gajinya 3 bulan habis buat bayar biaya dia opname. Tertarik? Monggo, sangat dipersilahkan.

Keempat, Magang di Kantor Urusan Agama.

Nah, berhubung hari ini banyak anjuran-anjuran yang ditujukan untuk generasi milenial kita, semacam hijrah, Indonesia Stop Pacaran dan nikahlah semuda mungkin. Tempat yang populer dari anjuran-anjuran itu tentunya KUA dong…

Mahasiswa, yang mencoba magang di sini, sebaiknya lebih dianjurkan untuk membatalkan niatnya dari jauh-jauh hari. Karena..ehh karenaa. KUA bukan malah meningkatkan kualitas SDM kita, tapi malah memperbanyak barisan sobat ambyar dan kaum yang broken heart.

Loh.. antum dari tadi tak perhatiin, banyak cakap ya antum? Mubadzir kata-kata antum nih, sok tau mulu dari tadi…

Bukan ane sok tau nih ye lurr… coba deh, ngapain antum sekalian mau magang di KUA. Jadi fotografer? Kenapa gak sekalian ke tempat pemotretan? Mau jadi tukang arsip? Kenapa gak langsung aja ke perpustakaan kota, perpustakaan daerah, dan kalau bisa perpustakaan kampus antum sendiri deh. Atau mau jadi yang nikahin mempelainya? Yakinn? Udah kuat semua iman antum sekalian?

Daripada tiap hari nyaksiin orang nikah, siapa tau nih yee.. antum sekalian lagi ada yang LDR, atau baru putus sama calonnya, kan atittt banget kalau harus nyaksiin orang yang nikah. Udah kitanya baru aja sakit hati, baru mau move on mode, eh dipaksa harus nyaksiin orang nikah, apalagi 3 semester. Gak kebayang deh. Sumpah, beneran gak kebayang kalo ane lur..

Terakhir, Magang di Rumah Calon Mertua (camer)..

Bahhh, asik nih ya kayaknya kalau ada yang malah tertarik magang di rumah camer? Dari awal, antum sekalian niatkan untuk sekedar magang. Jangan aneh-aneh, bener-bener niatkan saja untuk magang. Hitung-hitung bisa jadi nilai plus di mata came kan?

Tapi, mosok iya kuat nahan syahwat selama 3 semester magang di rumah camer? Kalo kuat mah silahkan aja lah ya. Tapi balik lagi sih.. Balik ke laptop, eh balik ke pernyataan Nadiem Makarim maksud ane..

Kalau emang pak Nadiem gak ngelarang, saya sih yes aja gitu..

Tapi ya mosok iyo pak Nadiem gak ngelarang? Kita kan butuh industri yang maju, bukan malah kemajuan hubungan..

Apalagi, eh apalagi ya?

Ya apalagi hubungan kamu yang ngarep dirinya balik lagi… ea… ho… eee….

*Pernah bercita-cita menjadi seorang Arsitek. Sayangnya untuk paham soal arsitektur hati saja tak mampu. Jiahhh!!!!

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel