POLA HIDUP SEHAT DAN PUISI LAINNYA


POLA HIDUP SEHAT DAN PUISI LAINNYA

Penulis: Bani Kamhar

POLA HIDUP SEHAT

1/
kemarin dulu menggamit hari ini
dan merencanakan beberapa hal untuk esok
;seturun dari jamaah subuh di musala
hari ini jalan kaki keliling desa

kesempatan bagus selagi awan membuka jalan
bagi matahari untuk turun ke pangkuannya
memberi senyumsapa pada kuning padi
yang masa panennya hampir tiba

2/
tak seperti hari ini
kemarin dulu penuh sesal
;tak ada waktu untuk keliling desa
setelah semalam suntuk terjaga

padahal hari ini dan esok harus tetap sehat bugar
agar esok lusa masih sadar – sesuai himbauan pemerintah
perihal penyakit menular

3/
maka hari ini memutuskan pagi sekali jalan kali keliling desa
sambut matahari di tengah sawah
sebab hari ini dan esok tetap harus makan
meski sudah tak boleh sekolah dan ketemuan

Probolinggo, 2020


DI RUMAH SAJA

sepasang kekasih harus berpisah sesaat
untuk bertemu utuh di kemudian hari
diantara perpisahan dan pertemuan itu
ada ruang tunggu; telepon genggam dan puisi

telepon genggam memberi kenyamanan
;kotakota yang sepi dalam ramainya notifikasi

dalam puisi, ada doa serupa mantra
yang sering diulang berkali-kali
;aku tak peduli berapa lama lagi musim kangen ini usai,
aku hanya ingin rumus perpisahan itu tak berubah.
jangan nakal, di rumah saja!

Probolinggo, 2020


TANPAMU

berlayar kangen di samudera matamu
dengan perahu senyuman yang membentang
antara angan dan ingin telah mengantarkanku
pada kesunyian berkali-kali

ribuan puisi telah dilepas dari sangkarnya satusatu
namun tak juga sampai pada dada yang siap menampung
sayap-sayap luka dari para penyair itu

sedangkan aku tak pernah tahu
awal dan akhir segala sesuatu
seperti halnya mencintai tanpamu

Gerih, 2020


MENYAKSIKAN TUBUH BULAN

1/
pada pusar bulan mala mini
telah kusaksikan dengan seksama
wajah pucat perempuanku
dari matanya mengalir sungai darah
rambutnya tergerai, bergelombang
menyelimuti separuh tubuh bulan

2/
insomnia;
kau menggigil ketakukan
rembang malam semakin berkuasa
atas detak jantungmu itu, kekasih
ia berhasil menggagalkan rencana tidurku mala mini

3/
setelah kejadian-kejadian itu
aku membayangkan dunia tanpa matahari
agar kau tetap abadi dan biarkan aku
begini saja; menyaksikan tubuh bulan dengan seksama

Gerih, 2020


PULANG YANG MENYENANGKAN

awan melahirkan ribuan anak kecil dari rahim gelapnya; hujan
sebagaimana halnya anak kecil pada umumnya, mereka bermain
tanpa tahu waktu dan tempat
mereka sering usil kepada si miskin, di tengah kota atau di belantara desa

meski sudah rembang petang, dalam keadaan pintu rumah sudah ditutup rapat
anak kecil itu tetap masuk, nyelinap lewat lubang pada pecahan genting
lewat ruangruang kecil pada bilik renta yang telah dimakan usia

si miskin baik hati akan menampungnya dengan ember warisan
bermaksud mengembalikan mereka ke pangkuan bapaknya, dan bagi mereka
yang kurang beruntung akan diusir secara paksa, dengan telapak kaki si miskin

tetapi anak tetaplah anak. Walau nakan dan bermain jauh dan larut sekalipun,
mereka akan tetap kembali bertemu dengan asalnya; tanah
yang sabar menampung dan merawat anaknya

Yogyakarta, 2020



Bukan penyair, bukan mahasiswa, bukan penikmat kopi, dan bukan yang lainnya. Karena penulis memang bukan siapa-siapa, cukup sekedar teman katanya. Biaaaahhhh!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel