Membaca Talcot Parson dan Perjuangan Jasa Kurir di Tengah Pandemi


Membaca Talcot Parson dan Perjuangan Jasa Kurir di Tengah Pandemi

Penulis: Ainul Luthfia Al Firda

Sejak merebaknya virus Covid-19 di Indonesia, beberapa kebijakan pemerintah pun bermunculan. Salah satunya, yaitu anjuran untuk melakukan social distancing, atau menjaga jarak dalam bersosial. Tidak hanya itu, sebagian jenis pekerjaan juga terpaksa dialihkan dengan sistem bekerja dari rumah. Kebijakan ini, lalu kita kenal dengan istilah WFH atau work from home.

Namun siapa yang menduga, pemberlakuan sistem kerja dari rumah ini, ternyata tidak dapat diterapkan pada semua jenis pekerjaan di Indonesia. Dengan kata lain, hanya sebagian jenis pekerjaan saja yang bisa dilakukan dari rumah.

Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, kita bisa menemukan pahlawan-pahlawan baru yang bermunculan. Ya, siapa lagi kalau bukan mereka yang berada di garis depan, dalam menanggulangi wabah Covid-19 ini. Mulai dari tim medis atau relawan kesehatan, sampai TNI dan para jajaran polisi.

Akan tetapi sayangnya, ada beberapa dari mereka yang akhirnya kita lupakan. Dan kita tidak merasa bahwa mereka juga termasuk pahlawan di garis depan saat ini. Mereka yang saya maksud, ialah kurir atau jasa yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Yang mengirimkan barang pesanan kita, baik itu melalui media daring atau aplikasi e-commerce, hingga pesanan yang diorder melalui chat pribadi.

Siapa sangka, bahwa para kurir ini sebenarnya termasuk dalam kategori pahlawan di masa pandemi Covid-19. Kurir, merupakan salah satu pekerjaan yang sangat langka kita jumpai dalam pemberitaan media. Akan tetapi, jasa yang diberikannya cukup membantu dan punya peran penting bagi masyarakat saat ini. Oleh sebab itu, saya rasa perlu adanya apresiasi terhadap perjuangan para kurir ini. Mengingat, pertolongannya dalam memberi pelayanan untuk mengirmkan barang,punya risiko tinggi pada masa pandemi Covid-19 ini.

Sebagaimana yang bisa kita temui, akhir-akhir ini, beberapa pemandangan menunjukkan sepinya tempat perbelanjaan. Baik itu di pasar ataupun di mal. Hal ini, tidak bukan disebabkan oleh kebijakan pemerintah, terkait peraturan untuk meminimalisir kegiatan yang menimbulkan perkumpulan masyarakat.

Hal tersebut, selanjutnya memberi dampak pada turunnya perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu, sebagian pedagang lebih memilih untuk memasarkan barang dagangannya di aplikasi jual-beli online. Melalui fitur aplikasi e-commerce yang selain membantu menyelamatkan perekonomian masyarakat, rupanya aplikasi ini juga memberi penawaran menarik. Yang kebanyakan, memberikan potongan harga dan pemberian gratis biaya ongkir ke seluruh penjuru Indonesia. Hal ini yang kemudian sedikit-banyaknya menolong masyarakat untuk menyelamatkan perekonomiannya. 

Meningkatnya respon masyarakat terhadap penggunaan aplikasi jual-beli online, tentu memberi keuntungan serupa kepada jasa pengiriman barang. Semakin banyak pengguna jasa jual-beli online, tentu semakin banyak pula barang yang harus disukseskan oleh jasa pengiriman barang.

Dalam kondisi seperti sekarang, nyatanya tidak menyurutkan niat baik dari para kurir. Selain menjalankan kewajibannya mengantarkan barang pesanan sesuai tujuan, mereka juga menginginkan supaya masyarakat yang tidak berkepentingan, untuk tetap berada di rumah demi mempersempit angka penyebaran virus Covid-19. Jika kita cermati, apa yang dilakukan para kurir tadi, merupakan salah satu upaya yang mereka berikan, agar penyebaran virus Corona di Indonesia, bisa diminimalisir

Tulisan ini, bertujuan untuk mengajak masyarakat supaya bijak dalam menyikapi persoalan yang terjadi di tengah wabah Corona. Selain itu, penulis juga ingin merefleksikan salah satu pengorbanan pahlawan yang berjuang melawan virus Corona. Dan memberikan pelayanan terbaik yang dapat diberikan kepada masyarakat. Penulis, dalam tulisan ini menggunakan kacamata sosiologi dalam mengkaji persoalan Corona. Dengan menggunakan kajian teori struktural fungsional Talcot Parson. 

Parson, mengasumsikan teori struktural fungsional miliknya, dengan sebuah hal yang sama dalam pandangan organisme biologi. Yaitu adanya keterikatan yang saling menguntungkan sesama pihak. Konteks kurir yang saya singgung sebelumnya, beririsan dengan teori yang dicetuskan oleh Parson. Menyikapi keadaan saat ini, hal yang dibutuhkan masyarakat ialah dengan saling bahu-membahu. Meringankan beban melalui struktur sosial yang seimbang, dan memiliki pandangan yang sama. 

Salah satu upaya yang seharusnya diterapkan, yaitu dengan bijak menggunakan jasa jual-beli online. Beberapa layanan jual-beli online, yang menawarkan jasa dengan disertai slogan anjuran untuk tetap berada di rumah sajadan barang yang dipesan akan sampai di rumah—seharusnya juga bisa melakukan kampanye yang lebih masif lagi. Mengingat, untuk mengatasi wabah ini, diperlukan kerja sama dari semua pihak. Dengan kata lain, slogan tersebut menggambarkan bahwasannya, struktur penggunaan jasa menyesuaikan keadaan saat ini.

Selain itu, di dalam slogan tersebut juga menghimbau masyarakat agar tetap di rumah. Hal ini menunjukkan, adanya keseimbangan dalam struktur sosial dan fungsionalitas dalam perilaku jual-beli online. Hal tersebut, terlihat dari perilaku pihak pengguna jasa aplikasi jual-beli online, dengan pihak kurir atau pengiriman barang, yang secara langsung juga diuntungkan dalam hal ini. 

Keuntungan, akan dapat diterima oleh semua pihak apabila, peraturan dalam etika jual-beli online diterapkan. Dengan pembeli mencantumkan alamat yang sesuai dengan lokasi pengiriman, akan memudahkan kurir dalam pengirimannya. Begitu pula dengan pihak para penjual. Yang seharusnya, menjelaskan barang yang dijual itu sesuai dengan yang akan dikirimkan kepada pembeli. Hal ini bertujuan, aagr memudahkan kurir dalam pengirimannya. Sebab, kurir adalah pihak ketiga dalam proses jual-beli online. 

Dalam beberapa waktu terakhir, banyak kawasan yang telah menerapkan karantina wilayah, dengan menutup beberapa jalan dan portal perkampungan. Walaupun bertujuan baik, yaitu untuk meminimalisir keluar-masuknya masyarakat dalam masa karantina mandiri, ternyata tindakan ini turut menyulitkan jasa kurir dalam pengiriman barang. Hal ini disebabkan karena, secara tidak langsung para kurir akan membutuhkan waktu yang lebih banyak dan tenaga ekstra, untuk mengantarkan sekian banyak barang yang ada.

Adapun solusi yang bisa dilakukan, dengan memberi batasan pada orang asing di luar wilayah untuk berhenti di bahu jalan. Dan untuk para pembeli, diharapkan untuk mencantumkan alamat yang sesuai, dan menjemput barang pesanannya sesuai dengan batasan yang telah ditetapkan di wilayahnya. Supaya, memudahkan kurir dalam mengantarkan barang pesanan

Berdasarkan apa yang sudah saya paparkan di atas, saya pribadi bermaksud untuk mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Salah satunya dengan menganjurkan masyarakat untuk tetap berada di rumah, dan mengerjakan pekerjaannya dari rumah—selagi memaang masih bisa dikerjakan dari rumah. Selain itu, saya juga menghimbau kepada masyarakat, supaya bijak dalam memanfaatkan dan menggunakan aplikasi jual-beli online di tengah pandemi Covid 19. Hal ini bertujuan untuk memberikan keseimbangan dan keuntungan kepada semua pihak nantinya.


Hal yang terbaik dalam mencapai puncak ialah proses
Sarjana Sosiologi Agama 2020 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Instagram dan Twiter @Firdaainul

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel