Kebangkitan Eropa


Kebangkitan Eropa
Sumber Foto: FB Reza D. Zea
29 Mei 1453, 567 tahun yang lalu Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Ottoman. Dan bertepatan dengan itu, saya ingin mengucapkan Happy Easter Day untuk semua yang merayakan.

Paro abad ke-15, sampai akhir abad ke-17 wajah dunia sedang mengalami perombakan besar-besaran. Berturut-turut jatuhnya Konstantinopel oleh bangsa Turki. Hancurnya peradaban Islam terakhir di Granada, Andalusia. Pudarnya dominasi Gereja. Mewabahnya spirit Renaisans” dan Humanisme. Dan tentu saja Revolusi pengetahuan dan Industri di Eropa.

Rentetan peristiwa di atas, seolah menjadi pemicu bagi peristiwa besar selanjutnya. Ia seperti menjadi kunci penting dalam alur sejarah umat manusia. Terutama babakan kolonial yang membawa bangsa-bangsa Eropa ke pulau harapan. Dari situ, setidaknya ada tiga faktor kunci yang akan saya uraikan di bawah ini.

Pertama, jatuhnya Konstantinopel oleh Sultan Turki Ottoman, Muhammad II pada tahun 1453. Dengan dikuasainya Konstantinopel oleh bangsa Turki, jalur dagang darat atau yang lebih dikenal dengan Silk Road, yang membentang dari Eropa hingga China, praktis sepenuhnya dikuasai oleh umat Islam. Belum lagi kapal-kapal para pedagang muslim yang memenuhi kawasan Laut Tengah.

Kondisi demikian, membuat posisi umat Kristen di Eropa menjadi terkunci. Terputusnya jalan sutera yang telah digunakan lebih dari dua milenium, dan blokade yang dilakukan kapal-kapal pedagang muslim di Laut Tengah, memaksa mereka untuk segera mencari rute dagang baru.

Kedua, kunci selanjutnya adalah dominasi Gereja Roma yang mulai runtuh. Di masa jayanya, dominasi Gereja sangat kuat dalam berbagai aspek kehidupan. Apa itu “Benar” dan apa itu “Salah” diatur oleh Gereja.

Siapa saja yang membangkang dan mengancam eksistensi rezim, harus bersiap diri dicap bid’ah, dilabeli musuh Tuhan, untuk selanjutnya dihukum mati. Jika tak percaya, sila anda bertanya kepada Galileo dan Copernicus bagaimana saktinya Frasa “Extra Ecclesiam Nulla Salus”.

Nah, pertanyaannya bagaimana keruntuhan ini dimulai? Hal ini bermula dari kemuakan terhadap hipokrisi rezim Gereja menyebabkan sekelompok manusia berusaha menghidupkan kembali zaman keemasan Yunani-Romawi. Semangat ini dikenal dengan nama Renaisans.

Florence adalah awal dari gaung bagaimana ide-ide besar Renaisans” bergema ke seluruh Italia dan Penjuru Eropa. Dengan sokongan dana dan perlindungan dari keluarga bankir Medici, para seniman maupun intelektual dengan bebas mengaplikasikan mimpi besarnya, tanpa perlu memikirkan ancaman yang datang dari rezim Vatikan.

Semangat yang diusung Renaissance seperti fajar yang merekah di langit Eropa. Menandai era baru setelah Eropa terkungkung dalam kegelapan selama hampir 15 abad.

Berkembangnya pemikiran dan sains melahirkan berbagai penemuan baru. Beberapa di antaranya yang menjadi kunci penting dalam penjelajahan bangsa-bangsa Eropa. Selanjutnya adalah penemuan Kompas, pengetahuan navigasi yang semakin baik, dan merebaknya teori bahwa bumi itu bulat dan bergerak mengitari matahari.

Ketiga, yang menjadi pangkal sekanjutnya adalah terjadinya revolusi industri yang bermula di Inggris. Ditemukannya mesin uap serta inovasi terhadap mesin-mesin yang telah ada sebelumnya—terutama di bidang industri tekstil—menjadi penyebab utama berubahnya proses industrialisasi.

Digunakannya mesin-mesin mutakhir di masanya, membuat proses produksi semakin efisien. Barang dapat dibuat secara massal dengan proses yang cepat dan ongkos yang murah. Barang tak lagi dibuat untuk memenuhi kebutuhan atau sesuai jumlah pesanan seperti sebelumnya, melainkan untuk memperoleh keuntungan yang masif.

Dampaknya, pertama, barang yang menumpuk di gudang-gudang akibat sistem produksi massal, menuntut untuk dikeluarkan sekaligus dipasarkan.

Kedua, tingginya tingkat pengangguran akibat digantikannya tenaga kerja manusia oleh mesin, menyebabkan kebutuhan akan lapangan pekerjaan semakin meningkat.

Ketiga, kebutuhan akan pasokan bahan baku atau bahan mentah untuk kembali memutar roda produksi.

Solusi dari ketiga dampak yang diakibatkan oleh revolusi industry, membuat pemerintah berpikir perlunya mencari wilayah atau koloni baru yang mampu menyediakan bahan mentah, sekaligus menjadi pasar produk hasil jadi mereka.

Lalu bagaimana dengan permasalahan tuna karya? Para pengangguran tersebut bisa dikirim ke wilayah baru untuk dipekerjakan. Mungkin terinspirasi dari peristiwa ini, lema “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui” lahir. Sekali berlayar beberapa masalah selesai.

Ketiga faktor di atas, adalah penyebab sekaligus alasan utama bangsa-bangsa Eropa melakukan penjelajahan ke dunia baru.

Dengan diiringi semangat mencari kekayaan, menyebarkan agama Kristen dan menemukan kejayaan serta kemuliaan, para londo tersebut berlomba-lomba pergi mencari tanah yang dijanjikan. Sanctuary. Dan sejarah panjang kolonialisme pun dimulai… Veni, Vidi, Vici!

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel