Di Tengah Pandemi, "Pati Kolektif" Tetap Peringati Hari Bumi


Di Tengah Pandemi, "Pati Kolektif" Tetap Peringati Hari Bumi

Pendistribusian Berkala: Sembako & Masker Khusus Kaum Marjinal yang Terdampak

Dalam situasi genting dan semua serba macet, karena pandemi Corona atau Covid-19 ini, masyarakat umum yang selama ini menangkap rejeki dari transaksi-transaksi kecil di lingkungan mereka, yang rata-rata juga berekonomi kecil-recehan, sangat merasakan dampaknya. Bahkan, banyak di antaranya sama sekali tidak memiliki pemasukan karena adanya pandemi ini. Dengan kata lain, kesusahan umum lah yang melanda sekarang ini.

Mungkin, karena data dari orang-orang yang terdampak Corona atau Covid-19 ini sangat bias, membuat kita menjadi ragu untuk ikut membantu dalam satu jalur milik pemerintah. Atau mungkin karena kita ingin tahu, bantuan kita benar benar diterima langsung dan ada dialog yang terjadi. Maka, kami lebih memilih berperan di masa pandemi ini, dengan cara kami. Biarpun tidak seberapa, tapi kami tahu itu berguna.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Hari Bumi Internasional diperingati serentak di seluruh dunia pada tanggal 22 April. Hari tersebut diperingati sebagai penanda, atau secara simbolisasi kita "manusia", diingatkan untuk terus dan harus merawat bumi dengan welas asih. Karena, bumi sudah banyak memberi. Bumi yang kita tinggali ini, diakui atau tidak sudah semakin tua. Tanpa kepedulian kita semua, umur bumi ini akan semakin pendek. Sedangkan, perusakan ekosistem-lingkungan di tangan manusia-manusia yang tak bertanggung jawab, masih terus berlangsung.

Hal ini tidak terlepas dari kurang pedulinya manusia terhadap bumi. Contoh kasus misalnya, mulai menipisnya lapisan ozon, perambahan hutan yang semakin tidak terkontrol, perburuan satwa yang dilindungi, serta masih banyaknya oknum perusahaan yang mengeruk dari hasil sumber daya alam, lalu menjadikannya komoditas hanya demi keuntungan pribadi saja.

Meski kita sedang mengalami kondisi masa pandemik, hal ini tidak menghalangi kita untuk tetap bisa berbagi dan memperingati Hari Bumi sedunia. Kami, dari Pati Kolektif, kerja bareng mengumpulkan beras dari teman-teman yang ada. Dan sudah menyalurkan beras tersebut. Selama tiga pekan ini, terkumpul  kurang-lebih hampir 1000 kg/1 Ton. Adapun donasi beras yang terkumpul tersebut, didapat dari sistem barter antara sembako dan karya kaos: “Pati Kuat Corona Minggat!”.


Kemudian, kegiatan penyaluran sembako yang sudah berjalan empat kali dengan konsep gowes atau bersepada, juga berlanjut untuk hari ini yang bertepatan dengan hari bumi  22 April tahun 2020. Karena, Pati Kolektif selain organ taktis, juga merupakan sebuah sarana ruang alternatif belajar dan berkarya bersama, yang dibangun secara mandiri berbasis kerja kolektif dan menjujung etos gotong royong dan solidaritas.

Sehingga, kami pun merasa perlu menyampaikan dengan kampanye bersepeda, bahwa hal tersebut juga dalam rangka mengurangi polusi udara yang makin parah. Pati Kolektif adalah penjual kopi, penjual kaos, tukang sablon, pekerja seni, pecinta sepeda, pengamen, dll. Melalui konsep gowes tadi, kami lebih merasa familiar, tidak tegang dengan seragam, tanpa selebrasi dan tentunya natural. Kolektif Pati tidak punya kepentingan politik apa-apa, dan hanya ingin sekadar fun dalam berbagi, sekalian untuk memperingati Hari Bumi.

Dalam pelaksanaanya, kami masih tetap menggunakan masker, sarung tangan, serta membawa hand sanitizer, untuk kebaikan bersama dan saling menjaga. Mari ambil bagian! Berbagi kebahagiaan dan sedikit rejeki untuk saudara saudara kita yang masih membutuhkan. Tetap peka dan terus bergerak, panjang Umur Solidaritas! Begitulah kira-kira yang selalu kami suarakan.

Hanya beberapa bulan sejak Covid-19 pertama kali menyerang Wuhan, China, keadaan bumi ternyata berangsur-angsur membaik. Hal ini terbukti dari pulihnya lapisan ozon di langit, dan gunung es antartika yang mulai kembali menebal.

Adanya bencana ini, "sedikit" menyadarkan kita. Bahwa apa yang kita lakukan selama ini, sangat memperburuk keadaan bumi. Oleh karena itu, minimal Pati Kolektif punya sikap dan sudah berbuat. Karena, dengan datangnya bencana ini, kita dipaksa untuk belajar, bahwa selama ini kita “manusia”, dengan segala aktivitasnya, telah merusak dan memperparah keadaan bumi .

Di momen pandemi dan Hari Bumi ini, sudah sepantasnya jika kita harus memikirkan sesuatu yang ramah lingkungan. Supaya tidak ada lagi yang namanya keserakahan berlebihan. Dan pula untuk keberlangsungan bumi di masa depan.

Untuk Info Pati Kolektif, bisa menghubungi : 085642726263

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel