Apresiasi Satra Radio Buku dan Segala Keunikannya


Apresiasi Satra Radio Buku dan Segala Keunikannya
Sumber Foto: Koleksi Pribadi

Penulis: Ahmad Fudhul

Jika senang dengan buku-buku sastra, kegiatan “Apresiasi Sastra” yang diselenggarakan radio buku, menurut saya sayang sekali jika dilewatkan. Kenapa sungguh sayang dilewatkan? Ya, pasalnya kita akan bertemu dengan orang-orang hebat di sana. Selain banyak penulis besar yang hadir, para “Pembaca Gila” dan penerjemah buku-buku sastra, turut hadir dalam acara ini.

Markasnya Mas Muhidin M. Dahlan atau yang akrab disapa Gus Muh ini, sudah ke-11 kalinya menyelenggarakan kegiatan apresiasi sastra tersebut. Untuk tempat acara, bisa langsung search di google map, tapi harus hati-hati. Masalahnya google map menunjukkan jalan yang ternyata hanya bisa diakses oleh pejalan kaki. Jika ingin hadir di tahun depan, saya sarankan bertanya dengan orang-orang sekitar. Tempatnya tidak jauh dari kampus Institut Seni Indonesia (ISI).

Seperti acara seni dan literasi kebanyakan, kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang menggugah jiwa seni dan literasi kita jika hadir dalam acara tersebut. Banyak buku yang dipamerkan dalam acara ini, menunggu para pembeli yang budiman untuk dibawa pulang.

Yang paling penting, di acara ini ada makannya loh! Kan lumayan. Apalagi makanan yang disajikan terbilang cukup mewah untuk kelas anak kosan. Selain itu, ada hal yang menurut saya cukup unik dalam acara apresiasi sastra ini : Penulis buku yang bukunya dibedah dalam acara ini, akan diundang untuk hadir serta diminta jadi pembicara. Uniknya adalah, penulis buku tidak akan berbicara ketika karyanya dibedah, melainkan berbicara ketika buku orang lain yang dibedah.

Jangan khawatir, keunikannya tidak cuma sampai di situ saja. Bagi teman-teman yang senang sastra dan belum ada uang untuk beli buku, kalau mau minjem juga malu lantaran minjem melulu. Nah! Diacara apresiasi sastra, teman-teman bisa mendapatkan buku gratis. Mulai dari novel, esai, kumcer sampai buku antologi puisi. Syaratnya cuma satu, teman-teman harus bertanya ketika ada sesi pertanyaan. Saya pastikan teman-teman akan bisa membawa pulang buku gratis, walaupun gak sesuai yang penting gratis, hehe.

Komunitas Radio Buku yang dijalankan Gus Muh ini, terbilang sudah lumayan mapan. Jika ditinjau dari markasnya, dan orang-orang yang berada di dalamnya. Selanjutnya, Radio Buku juga terbilang punya ciri khas, ketika menyelenggarakan  sebuah acara menurut saya. Dengan bedah buku yang sudah saya jelaskan di atas, orang-orang yang hadir dalam acara ini, akan disuguhkan sebuah pengalaman berharga. Di mana, kita akan menyaksikan pahit-asinnya jalan seorang penulis.

Segala jenis penulis, bisa dibilang hadir malam itu. Dari pondok Kutub yang isinya para “Pembaca Gila”, orang-orang Mojok yang gayanya sering guyonan, sampai kepada para penulis “partikelir” seperti saya yang hadir pada malam itu. Walau kesannya agak tertutup dan tidak diselenggarakan dalam skala besar, bagi saya pribadi, acara yang berlangsung pada malam itu terbilang sukses. Hal ini terlihat dari semua raut wajah orang yang hadir malam itu. Juga dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan.

Pimred Mojok yang sekarang, yaitu Agus Magelangan, turut hadir pada malam itu. Saya masih ingat betul, waktu itu ia masih belum menulis buku. Yang menjadi perkiraan Gus Muh malam itu, pada akhirnya menjadi kenyataan. Kurang lebih Gus Muh bilang begini; “Yang jadi moderator pada acara ini, kita harapkan untuk segera bisa menulis buku. Selanjutnya, syukur-syukur bisa dibedah karyanya di Radio Buku”.

Dilalah, ucapan yang saya anggap sekaligus doa tersebut, ternyata jadi kenyataan. Dari beberapa moederator yang ada, termasuk Agus Magelangan, hari ini sudah mempunyai sebuah karya dalam bentuk buku. Tidak hanya itu, para moderator tadi, saya rasa sudah mengalami peningkatan jauh dari sebelumnya. Saya yang masih ingat dengan acara tersebut, dengan adanya tulisan ini, ikut berbahagia dengan pencapaian yang didapat oleh para moderator tadi.

Saya memang masih pemula dan pemalas dalam urusan kepenulisan. Apalagi saya memang belum bisa menulis bagus hari ini. Tapi, saya merasa beruntung pernah hadir dalam acara tersebut. Pengalaman berharganya, saya bisa disuguhkan dengan kehidupan para penulis dari sekian jenis penulis yang ada. Sekaligus menjadi saksi, betapa sebuah proses itu akan terbayar dengan kesungguhan dan ketekunaan.

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel