Siklus dan Sehimpun Puisi Lainnya [Puisi]


Siklus dan Sehimpun Puisi Lainnya [Puisi]
Sumber Foto: serbukmutiarahitam.wordpress.com
Penulis: Khairur R Bunang *
 

Barista I

Pada obrolan di dua meja
yang sengaja digabung
sejak dua menit lalu itu
B tenggelam ke dalam cangkir
ia menjadi gula
dan kopi selesai larut
sebagai kalimatkalimat dari mereka

Waktu seperti mesin penghancur
peristiwa
dan peristiwa yang tidak disukai B
adalah ketika
orangorang hanya berucap
"saya pesan kopi"

Kafe Basabasi Kragilan, 2019


Patah Hati Seorang Koki

Api menyala
dada T menyala

Satu lagu patah hati
keluar dari spiker kafe
membuka ingatan
jauh sebelum jadwal kerja
menariknya ke badan dapur

"Maaf, kamu terlalu baik untukku"
suara itu seperti kerak wajan
nyentuh lengan

Api menyala
dada menyala
waktunya bekerja
   
Nasi goreng buatan T
malam ini
gagal
seperti bahasa cinta seorang
lelaki yang klise
maksa untuk diterima
seperti bahasanya sendiri

Kafe Basabasi Kragilan, 2019


Malam di Sebuah Kafe

Malam di sebuah kafe
ia seorang diri
membaca buku puisi
"Melihat Api Bekerja"

Tatapannya lembut
namun tegas

Peristiwa terjadi begitu cepat
orangorang tertawa
mendiskusikan hidup
tetapi tidak pernah
menjadi lebih baik
-tidak ada obat bagi kesedihan

Apa yang sedang mereka
perbincangkan? ia berpikir
Bukankah peradaban
muncultenggelam karena kekecewaan?
ia suka dengan suasana ini
-seseorang yang patah hati
sedikit pendiam namun berbahaya

Perempuan itu
mengutuk semangat
yang berusaha menghidar dari
kesepiankesepian

Kafe Basabasi Sorowajan, 2019


Z-A

Jika semua serba terbalik
Hari ini adalah sejarah untuk masa lalu
Masa depan telah tercatat sebagai hal
Yang ditinggalkan

Jika kita lahir dengan umur tua
Makin hari tubuh kita mengecil
Menjadi bayi, menjadi sperma lalu fana

Jika waktu berjalan mundur
Angka bermula dari ketidakterhinggaan
Atau pada baris terakhir puisi ini
kilabret araces silut ukA

Maka Tuhan
Diciptakan manusia
Dari sembah pujapuja

Kutub, 2018


Siklus

Kenyataan
Berjalan seperti
Putaran jarum jam

Air bangkit dari laut
Dari pohonpohon
Menuju awan
Memberi beban
Langit menangis
Tahun demi tahun

Pengulangapengulangan
Kepergian seseorang
Adalah kepulangan
Yang direncanakan
Untuk kepergian
Paling menyakitkan

Kau lahir dari seorang ibu
Dan akan menjadi ibu
Untuk anakanakku
Sekaligus ibu dari
Kepedihan
Setelah kematian
Merenggutmu
Dari pelukku

Kutub, 2018


)*Khairur R Bunang, Aktif sebagai pengelola Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY) dan nyantri di PPM Hasyim Asyari. Domisili Cabeyan, Panggung Harjo, Sewon, Bantul DIY jln. Parangtritis Km 7,5.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel