Dua Lanskap Kasir Perempuan dan Puisi Lainnya [Puisi]


Dua Lanskap Kasir Perempuan dan Puisi Lainnya [Puisi]
Sumber Foto: http://majalahtelapak.blogspot.com

Penulis: Khairur R Bunang*


 
Dua Lanskap Kasir Perempuan
_buat D

Orangorang datang lalu pergi
bagai tirai hujan di muka kaca
sepanjang hari
terbuka dan tutup kembali

Ketika terbuka
terbukalah bibirnya
wajah ranum buahan basah

Ketika tertutup
kotakota mati
jalanan tanpa lampu
basah dan dingin

Ia mencatat
nama, tapi tidak dapat diingat
nama itu menempuh rute masingmasing
dan memesan takdir baik
takdir yang sedikit diberikan
Tuhan padanya

Kafe Basabasi Kragilan, 2019

              
Libur Kerja
_anang sari

Aku mau libur kerja
jalanjalan ke pikiranmu
dan mengetahui
sesibuk apa aku di sana

Jika saatnya tiba
aku akan purapura merdeka
tidak melakukan apaapa
tidak diperlakukan oleh siapasiapa

O, sungguh waktu teramat kejam
usiaku lewat dan pergi berdarahdarah
menjadi pelayan bagi ribuan nama
dan melangkah penuh ketakutan
seperti melangkah di tubir malam

Aku mau libur kerja
menelusup ke dalam hatimu
adakah kau bangun kerajaan
yang hanya ada aku rajanya
dan mempekerjakan jutaan budak
untuk menuangkan anggur wajahmu
ke dalam cawan jantungku?

Tapi, manisku
aku melupakan satu hal
dalam peristiwa percintaan
tidak ada libur
kangenku tiap hari bekerja!

Kafe Basabasi Kragilan, 2019

        
Terlambat Kerja

Jam delapan pagi di jalan raya
maut merabaraba letak nadiku

Menghitung jarak usia
tidak seperti belajar matematika, Manisku
sudah tentu tidak ada yang bertanya lagi
mengapa tiga ditambah empat hasilnya
sama dengan sepuluh dikurangi tiga
Kepastian usia lebih memerlukan rahasia

Jalanan penuh kejutan
masingmasing orang membawa panik
yang berlebihan
o, ini dada
ruang sempit tanpa saluran

Tentang dapur yang selalu
ingin ngebul
tentang satudua pertengkaran kita itu
adakah ingatan mau berpurapura salah?

Wajahmu mampir sesaat
saat jarum speedometer nunjuk angka 80
badanku ingin meledak

Basabasi Kragilan, 2019
      

Server di Sebuah Kafe
-idar sobirin

Cangkir kopi yang jatuh
dari nampan tanganmu
tidak memiliki banyak pilihan
kecuali membenturkan diri
ke lantai

Cepat ambil pecahannya
nanti bosmu marah!
seseorang nyeletuk
yang lainnya tertawa

Matamu kilat cahaya sebelum turun hujan
dan dadamu kepak kelelawar di musim pancaroba

Kamu ingat, dulu sekali
kelereng belimbingmu jatuh
lewat lubang kantung celana
kamu menangis di depan ibu
dan ibu berkata:
"Anakanak dan perempuan boleh menangis
tetapi lelaki jangan!"

Kamu mengambil pecahan cangkir
seperti merapikan kembali kepingkeping hati
kemudian melangkah
dengan langkah penuh perhitungan

Kafe Basabasi Kragilan, 2019 


)*Khairur R Bunang, Aktif sebagai pengelola Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY) dan nyantri di PPM Hasyim Asyari. Domisili Cabeyan, Panggung Harjo, Sewon, Bantul DIY jln. Parangtritis Km 7,5. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel