Mengenang Henry Cow dan Rock in Opposition (RIO)


Mengenang Henry Cow dan Rock in Opposition (RIO)
Sumber Foto: facebook.com
Penulis: Algo YP

Adalah Fred Frith dan Tim Hadgkinson, dua orang mahasiswa yang secara tidak sengaja dipertemukan di sebuah klub musik blues di Cambridge University. Berangkat dari kesamaan memandang musik, perjumpaan dua remaja tersebut menjadi cikal bakal lahirnya grup musik Henry Cow ditahun 1968.

Kugiran yang kelak memberi cara pandang berbeda terkait teknis bermusik hingga cara pandang pada industri musik. Spontanitas, struktur yang rumit, filsafat dan humor menjadi identitas bermusik yang melekat pada kugiran tersebut. Selain itu, hal dominan yang melekat pada kugiran ini ialah sikap anti komersil yang disuarakannya.

Keresahan mereka dimulai saat tur panjang mengelilingi daratan Eropa, digelar bersama Captain Beefheart di tahun 1973. Selama perjalanan tersebut, mereka dipertontonkan banyaknya keganjilan pada industri musik dunia.

Salah satunya, ketika record yang menaungi mereka menganggap musik yang mereka mainkan rumit, dan tidak memiliki nilai tawar bagi pendengar. Mulai dari situ, cara pandang mereka pada industri musik mulai berubah. Dan menganggap musik dalam naungan pasar, adalah domain yang penuh akan nilai untung dan rugi. 

Pada tahun 1977, Henry Cow memilih mengakhiri kontrak mereka dengan Virgin Record. Sebuah langkah awal yang ditempuh, sebagai sikap atas ketidaksetujuan mereka pada musik yang dijadikan barang dagang belaka.

Pada Maret 1978, mereka mengundang empat kugiran yang mereka temui selama pengembaraan panjang ke berbagai negara di belahan Eropa. Adalah Stormy Six (Italia), Samla Mammas Manna (Swedia), Univers Zero (Belgia) dan Etron Fou Leloublan (Prancis), kugiran yang mereka datangkan ke London, Inggris guna tampil dalam Festifal Rock In Opposition (RIO).

Berkat kebaikan hati British Art Counsil, festival ini berhasil terselenggara. "The music the record companies don't want you to hear" menjadi slogan yang mereka suarakan pada 12 Maret 1978 di Teater New London.

Sekitar 450 orang hadir dalam festival tersebut. Selain mengkampanyekan ketidaksetujuan mereka pada ekploitasi industri musik, konon dalam festival tersebut Henry Cow dkk mengkampayekan penolakan hegemoni musik Amerika dan British Rock.

Festival tersebut, menyita banyak perhatian dari berbagai pihak. Hal ini mendorong Henry Cow dkk membahas rencana ke depan terkait Rock In Opposition (RIO). Pada bulan Desember 1978, Henry Cow dkk melakukan pertemuan di Sunrise Studio in Kirchberg Switzerland, guna menyelenggarakan dan menyusun lagi festival Rock In Opposition.

Hasil dari pertemuan tersebut, secara garis besar menetapkan bahwa keanggotaan akan tetap ada, namun bersifat tertutup dan kecil. Adapun bentuk kualifikasi pada keanggotaan memiliki beberapa prasyarat seperti; berpegang pada kualitas musik, bekerja di luar bisnis musik, dan memiliki komitmen pada musik rock.

Sekitar bulan April-Mei hingga pengujung tahun 1979, festival ini terselenggara di beberapa negara seperti Italia, Swedia dan Belgia. Selepas itu, perlahan Rock In Opposition mulai tenggelam dan menghilang. Konon hal tersebut terjadi karena perbedaan pendapat di antara anggota.

Namun setidaknya, jejak-jejak RIO masih bisa kita temukan. Sebuah label rekaman bernama Recommended Record, menjadi bagian dari monumen yang sengaja didirikan guna membantu dan mempromosikan para musisi yang terpinggirkan. Di samping itu, beberapa reuni juga berhasil digelar pada tahun 2007, 2009, 2011 dan 2014.

Pada akhirnya, disadari atau tidak, pengembaraan panjang mereka mengelilingi Eropa menumbuhkan benih-benih keresahan. Yang pada gilirannya menumbuhkan kesadaran baru perihal apa dan bagaimana seharusnya musik itu.

Terdengar klise bukan. Sebuah narasi yang jamak ditemui dalam kisah-kisah falsafi maupun sufistik. Gelisah dan tidak puas. Mengembara. Memperoleh pencerahan. Tapi memang seperti itulah adanya. Setidaknya RIO bukan sebuah parade yang menguap. Hingga hari ini ia masih menjadi semangat yang tetap hidup, meski dengan bentuk dan wajah yang berbeda.

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel