Konser Mick Jagger: Urakan di Panggung, Rusuh di Lapangan


Konser Mick Jagger: Urakan di Panggung, Rusuh di Lapangan
Penulis: Suhairi Ahmad

Urakan dan rusuh barangkali lekat untuk setiap konser Mick Jagger. Pada dekade 1960-an, ia adalah simbol perlawanan atas segala kemapanan yang banyak diminati anak muda. Aksi panggung yang tak bisa diam dan suara melengking adalah ciri khasnya.

Saat itu adalah 30 Oktober 1988, Stadion Utama Jakarta penuh dipadati oleh 70.000 penonton yang tak sabar menunggu idolanya sejak jam 2 siang. Tidak hanya itu, penonton trabas alas yang masuk tanpa tiket pun ikut berdesakan untuk dapat melihat langsung ikon The Rolling Stones itu. Oleh karena itu, pemilihan waktu buka di siang bolong bukan tanpa alasan. Sebab, sebagaimana yang dituturkan Rinny Noor Fattah di Kompas, 29 Oktober 1988, promotor penyelenggara, hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Namun, apa daya. Aroma kerusuhan terasa sejak bayang-bayang matahari tepat di bawah kaki. Semua penonton mengitari jalan lingkar stadion berjejer ingin masuk dengan tiket maupun tidak. Selain pelayanan tak ramah panitia, banyak kerumunan anak muda memaksa masuk area konser tanpa tiket. Akibat pelayanan buruk dan usaha keamanan yang tak cukup, 1000 aparat keamanan pun tak membuat konser tersebut terhindar dari kerusuhan.

Tepat jam 3 sore, Mick Jagger memulai aksi panggunnya. Walaupun telat satu jam dari yang direncakan, sebanyak 22 lagu dari album pertama The Rolling Stones (1964) sampai album solo Mick Jagger yang sedang hits, Party Doll (1987) berhasil dituntaskan dalam 2 jam.

Di kesempatan tersebut, Jagger tidak sendiri. Ia ditemani personel yang cukup lengkap; Jimmy Ripp (gitar), Joe Satriani (gitar), Simon Phillips (drum), Doug Wimbish (bas), Phil Ashley (keyboard), Susie Davis (keyboard). Sedangkan vokal pengiring terdiri dari Bernard Fowler, Jenny Douglas, Carol Kenyon, dan Valerie Scott.

Mick Jagger memang dikenal sebagai vokalis yang tidak bisa diam santai dan senyum manis sambil bernyanyi. Baginya, panggung konser adalah arena yang harus ditaklukkan. Selama konser ia berlari-lari dari ujung panggung satu ke ujung panggung yang lain. Lagu seperti Hongky Tonk Woman, Throwaway, She is the Boss, dan Radio Control menjadi sajian pembuka.

Saat 40 menit di atas panggung, Mick Jagger membawakan lagu Ruby Tuesday dan itu bersamaan ketika suasana di luar stadion mulai mencekam. Sebuah motor Kawasaki terbakar. Sebuah sedan Honda Civic yang terparkir di sebelah motor tersebut pintunya terkelupas terkena api.

Selain itu, penggemar yang tak bisa masuk semakin tak terkendali. Mereka melempari aparat dengat batu kerikil dan batu merah utuh dari atap mobil yang berada di luar lapangan stadion. Akibat kelakukan tersebut, 60 mobil rusak parah. Kaca mobil pecah. Banyak atap mobil penyok terkena lemparan batu dan diinjak-injak massa.

Tidak hanya itu, saat Mick Jagger menyanyikan lagu Angie, kepulan asap datang dari arah timur luar stadion. Massa liar yang tak bisa masuk area konser itu mengamuk dan membakar puluhan ban bekas di Parkir Timur Senayan.

Selain kehancuran fisik, peristiwa tersebut membuat Juliet Rix, wartawan BBC (British Broadcasting Corporation) menjadi korban perampasan. Hampir semua barang bawaanya yang berupa perlengkapan sebagai wartawan lenyap tak tersisa.

Kerusuhan konser Mick Jagger bukan saja pertama kali terjadi di Indonesia. Pada Agustus 1973, saat pertunjukan rock “Summer 28” di Pasar Minggu, mengakibatkan empat orang luka-luka. Situasi serupa juga terjadi saat The Rolling Stones memperingati 17 tahunnya di Teater Terbuka TIM pada 1982. Pada Juni tahun yang sama di Gelora 10 November, Surabaya, konser Mick Jagger yang bertajuk "Surya Rock Stars" juga menewaskan dua orang penonton.

***
Sejak kemunculan The Rolling Stones pada 1963, aksi Mick Jagger selalu identik dengan kerusuhan. Ia menjadi simbol perlawanan generasi 60-an atas kultur mapan dengan warna musiknya. Mimpi tentang kebebasan itu tidak tanggung-tanggung, narkotika adalah dunia yang biasa bagi grup musik ini. Sampai suatu ketika pada 1969, Brian Jones meninggal akibat kecanduan.

Tidak hanya terkenal urakan di panggung, The Rolling Stones juga terlibat aksi sosial melalui lirik lagunya. Lagu Street Fighting Man menjadi sumbangan mereka saat Flowers Generation muncul untuk menentang invansi Amerika Serikat saat Perang Vietnam. Selain itu, lagu Sing This All Together memuat lirik tentang kedudukan sesama manusia tanpa memandang dari ras mana ia berasal.

Mick Jagger tak selalu satu satu panggung bersama The Rolling Stones. Sejak 1981, pria dengan bintang Leo ini mencoba tampil berbeda. Walaupun sering tampil seorang diri, ia tak pernah membedakan mana lagunya sendiri dan mana lagu yang dirilis bersama The Rolling Stones.

Tak puas di dunia musik, Mick Jagger juga masuk ke dunia film. Salah dua dunia keaktoran yang berhasil ia perankan adalah serial tivi The Nightingale dan film layar lebar Freejack.

Walaupun banyak rumor menyatakan The Rolling Stones bubar, kesuksesan karier solo Mick Jagger tidak membuatnya hengkang dari gurp musik asal Inggris itu. Ia berusaha menampik rumor tersebut. “Tidak ada kekosongan dalam The Rolling Stones, dan kemungkinan besar tahun depan muncul lagi bersama,” jelas Jangger. Terakhir kali The Rolling Stones berhasil menggelar konser tur dunia dan berakhir di Havana, Kuba pada Maret 2016.

Setelah berkarir lebih dari 50 tahun, band yang dikenal sebagai lawan jahat dari The Beatles ini tidak pernah bosan berkarya. Pada Desember 2016, grup asal Inggris ini meluncurkan album ke-25-nya dengan tajuk Blue & Lonesome.

Walaupun sempat operasi jantung pada 2019, tak membuat Mick Jagger taubat berjingkrak-jingkrak di atas panggung. Ia bersama band asal Inggris ini menjadi bagian sejarah hidupnya meramaikan MetLife Stadium, Amerika Serikat pada 5 Agustus 2019. Di usia yang sudah di angka 76, ia tetap menjadi penguasa panggung yang masih urakan dengan suara yang cukup menggetarkan. Tentu, rusuh atau tidak tergantung kondisi lapangan dan juga stamina aparat keamanan seperti yang pernah terjadi saat di Senayan.

Suhairi Ahmad, penulis musik amatir

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel