Fans Bola Itu, tidak Menghakimi


Fans Bola Itu, tidak Menghakimi
Sumber Foto: medcom.id
Bukan cuma sekarang, udah dari dulu gw gedek sama fans klub bola yang merasa bahwa dirinya paling "sejati" dari pada yang lain. Fans klub bola manapun, termasuk fans Juve. Tapi, btw gw Juventino.

Lo pade pasti sering nemu fans yang ketika foto idolanya di posting, fans tersebut langsung cuap-cuap, bahwa sebab pemain tersebut dirinya ngefans sebuah club bola.

Misal: "Wah Boban tuh min yang buat gw suka milan", atau "Kalo gw sih suka Inter sejak jaman Taribo West gegara rambutnya yang mirip sumbu kompor".

Dan biasanya fans yang mengklaim dirinya "sejati" kaya gitu, tipikalnya mirip-mirip. Suka caper-caper gak jelas. Pengennya semua orang tahu kalo dia yang paling dulu menyukai sebuah klub. Paling hapal banyak chant, atau memancing keributan di fanspage lain, seolah dirinya sedang mengemban tugas suci. Halah kanthal.

Yuk mulai sekarang belajar jadi tifosi bola yang sehat. Yang waras. Udah cukup kita dipecah belah oleh para politisi busuk, agamawan culas, pengusaha korup. Masa sekarang kita mau dibuat tegang juga cuma gara-gara beda klub bola. Hanya beda kelamin aja yang boleh buat kita tegang, yang lain jangan.

Jadi please, mulai sekarang gak usah sok ngultras. Sok  pengen diakui, sok lebih dulu ngefans, apalagi sampe merasa benar sendiri, dan mengklaim dirinya sejati.

Beda pendapat boleh. Tapi budayakan dialog yang sehat, dan dengan argumen yang cerdas pula. Kalo lo pade merasa sebgai fans tua atau dewasa, bimbinglah dan hormati mereka-mereka yang baru kenal bola, atau ngefans sebuah klub. Bukannya malah terlihat tolol dan kekanak-kanakan.

Gw percaya, setiap generasi ada sejarahnya masing-masing. Tifosi Serie A, umumnya adalah mereka yang disebut sebagai generasi 90. Hal tersebut menjadi wajar, karena saat itu Serie A adalah kiblat sepakbola dunia. Tempat kumpulnya para pemain terbaik dunia. Dan tentu saja karena ditayangin di tv lokal.

Bukan hal aneh di era tersebut, Ronaldo Brazil yang menjadi fenomena dan idola. Hal itu juga dibarengi dan dikarenakan ditransfernya dia dari Barcelona ke Inter Milan.

So, bukankah hal ini menjadi wajar, ketika generasi saat ini yang sering kalian anggap sebagai "bocah" sangat menyukai Messi dan CR 7. Lah jelas-jelas keduanya adalah fenomena sepakbola saat ini. Sama seperti kita dulu yang menyukai Del Piero, Inzaghi, Bierhoff, Vieri, Crespo, Chiesa, Peruzzi, Davids, Zidane, Ronaldo, Yeron, Batistuta, Maldini, J. Zanetti, Weah, etc.

Dan sudah jamak, biasanya kita lebih dulu menyukai pemain sebelum menyukai sebuah klub. Seperti halnya generasi saat ini, yang banyak menyukai Madrid karena Ronaldo atau Barcelona sebab adanya messi. Bukankah kita mengenal istilah "Jatuh cinta pada pandangan pertama?"

Soal nantinya mereka cuma akan jadi fans musiman atau menunjukan loyalitasnya, itu sudah di luar kuasa kita. Kita bukan Tuhan yang mampu mengontrol segalanya. Pindah agama aja bisa, apalagi cuma pindah klub bola. Namun gw percaya, kesan yang baik akan membekas di hati selamanya.

Tugas kita sekarang hanyalah menyambut fans yang baru menjadi Juventino dengan sebaik mungkin. Mengenalkan betapa agungnya sejarah Juventus, dan mengajarkan apa artinya menjadi Juventino.

#Juventino

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel