Bulan, Aku Minta Maaf! dan Sehimpun Puisi Lainnya [Puisi]


Bulan, Aku Minta Maaf! dan Sehimpun Puisi Lainnya [Puisi]
Sumber Foto: pixabay.com

Sisa Waktu

Ketika tidurku bertanya,
Mengapa hari selalu diam?
Membiarkan malam terbit dan menghilang
Tanpa pagi,
Matahari memulai langkahnya untuk pergi
Semakin menjejak garis jalan dunia
Yang ku tulis sembari melukis senja
Dan awan menanti mega di sana
Bersama puisi dengan menghitung putaran
Terjatuh…

Apakah kembali menatap yang lalu?
Menarik mundur detik tertawa bersama
Di sebuah ruangan dan beberapa suara
Saling mendekap cerita
Dan mengarungi kisah dalam genggaman
Yang telah berlari rasa itu
Mengikuti sisa waktu dalam lara…
16 Mei 2014


Matahari yang Sempurna

Delapan belas menghiasi waktu langit
Ya, delapan belas untuknya
Delapan belas yang mengantuk…

Menyusuri setapak dengan berlari
Langkah mungil menyebarkan dingin
Enggan senyum kecilnya tampak
Tapi, seutuhnya dia tahu
Bahwa Pagi akan membawanya pada angin
Yang selalu membuai kelamnya puisi
Dan pesan itu
Pesan singkat dari sang bintang di sana
Pesan permintaan maaf bahwa ia tak bisa,
Menemani biru mengejar matahari

Tak apalah hanya jembatan
Ujung jalan pun tak mengeluh.
Matahari terlampau sempurna
Untuknya yang sendiri,
Hanya jembatan berbaik hati menemani
Di sampingnya saat ia pergi
Menegejar matahari yang sempurna,
Sempurna seperti tawanya
Selalu sempurna seperti tatapannya
Terlalu sempurna seperti cintanya yang hangat
Untuk sang bintang…
18 Mei 2014


Terbang

Satu hal yang ku ingin dalam hidup ini
Merasakan yang lain terbang bagai peri
Hanya bisa hayalku tuk ke atas awan
Bertemu sang mentari
Menari bersama indah…
Berkhayal yang indah.

Hilang ragaku melayang jauh
Tak terbayang ke angkasa
Ku akan terbang…
Biarlah ku raih bintang dan
Ku bawa pulang kembali
Ke bumiku sayang…


Bulan, Aku Minta Maaf!

Malam memanggilmu bulan,
Entah karena cahaya yang tak kunjung hilang
Atau sinarmu selalu melelahkan
Hanya saja, mengapa langit tidak memihak kepadamu?
Membiarkan bintang-bintang menemanimu
Yang sendirian…

Gulita datang lagi,
Kali ini tanpamu, juga tanpa senyumannya
Hanya awan yang menjangkau gelap,
Dan langit tetap diam dalam kehampaan
Jadilah sang waktu, terlelap,
Dekapanmu yang hangat, bulan
Juga untuk bintang-bintang,

Bulan, aku minta maaf,
Setatapan yang dingin melingkupi hari-hari
Di sana saat kita bertabrak pandang,
Tak sampai sentuhanku pada jemari
Jika saja sejejak langkahmu mengerti,
Betapa dunia memihak cahaya.

Bulan, aku minta maaf,
Saat kau menangisi hujan dengan gerimis.
Melapisi lara di gulita malam.
Aku tersingkirkan,
Dan ketika bintang hendak berbaik hati,
Melantunkan nada untuk membawamu dalam mimpi,
Tuhan tahu kau menghilang,
Oleh awan yang tak lagi putih,
Bulan, aku minta maaf,
Tidak sempat tertawa bersamamu.
05 Mei 2014

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel