Apa Arti Hujan Bagimu? dan Puisi Lainnya [Puisi]


Apa Arti Hujan Bagimu? dan Puisi Lainnya [Puisi]
Sumber Foto: dakwatuna.com

Akhirnya Biru

Susah sekali suara tersampaikan
Pesan-pesan singkat yang tak terbalas,
Ku kira bulan sudah bermimpi
Menyempurnakan ungkapan kisahnya yang sedih.
Sudahkah mengantuk?
Bersandar lagu ketika nada-nada hilang.
Tak pernah mengerti mengapa
Kalimat bulan begitu serak terdengar.
Aku hanya ingin berpuisi..

Dan begitulah kawan..
Ketika langit cintai bulan yang bercahaya
Bahkan warnanya pun tak tampak
Bagaimana bisa Ia menyimpan rasa?
Sangat sederhana, teman..
Langit memiliki badai gulita,
Malam yang sunyi, dan beberapa bintang.
Langit memiliki biru, juga mega-mega
Dan di kelamnya lah tergenggam putih awan
Kelak akan membentuk hati
Tuk menggantikan bulan yang enggan bercerita
Tentang biru, tentang dunia
Terlebih tentang tangisan benda langit serta galaksinya
Saat malam terlelap dekapan langit.
24 September 2014


Cahaya Berkacamata

Hari ini menghabiskan malam lagi
dan tentu saja menunggu pagi dengan mengantuk
terlampau silau matahari menyambut
yang kehangatannya menyentuh,
Melalui cahaya...
Selalu cahaya, tanpa terusik suara
Mengalun tawa selagi masih biru
Dan ketika malam menggulita.
Sepotong hati yang utuh terbangkan doa,
Salam cinta dan beberapa tetes air mata.
Untuk merindukan cahaya lain di sana.
Detik ini tatapan.
Angka-angka telah mendekap dunia.
Saat ini, cahaya itu berkacamata.
Agar sinar yang di bawahnya menjelma.
Menjadi senyuman semanis coklat.
25 September 2014


Tanpa Bintang

Seperti biasa malam menyapa
dan selalu ku sambut gelapnya dengan kata-kata
Kita berbincang menyelami cerita
Mencari sosok arti hidup dalam tawa
Semua tulisan, puisi, dan lagu.
Akan ku terbitkan saat tangan tergenggam.
Namun cahaya yang seperti biasa,
Ntah bosan atau mengapa, redup seiring warnanya.
Sedang apa bintang?
Pangeran, aku mencarimu di sisa-sisa gulita.
Langit kelam tanpa senyuman,
Dan aku tak pernah tahu di manakah suara,
Nadamu tak memanggil mimpi,
Menyesatkan dunia kita yang sepi
Melirih, aku bernyanyi,
Sudah berapa lama bintang?
Pangeran tidak pernah tahu betapa derasnya waktu mengalir,
Saat-saat menunggu awan menyingkir,
Meratap, mengharapkan hangat pelukan luas jemarinya.
Namun, jika putih saja tidak mencukupi.
Maka janganlah lagi menatap teduhku.
Salahkah pangeran?
11 Juni 2014


Apa Arti Hujan Bagimu?

Apa arti hujan bagimu?
Arti hujan bagiku selalu basah
Riaknya... Tawanya...
Merintik seiring suara tetes mengembun dunia
Saat itu lah detik melambat
Menyisakan sedikit waktu untuk memandang.
Merasa, menepikan air mata.
Karena hujan selalu basah dan,
Basahnya adalah rasa.

Apa arti hujan bagimu?
Arti hujan bagiku telah terjatuh.
Sedikit warna langit untuk membiaskan pelangi
Ulurkan sedikit tangan dan nikmatilah.
Setiap ia terjatuh dalam genggaman,
Biarkan ia kembali menteskan perih
Mengganti sakit dalam tangis.

Apa arti hujan bagimu?
Arti hujan bagiku tatapan kita
Menyelami rumitnya cerita-cerita
Tidak pernah melaluinya tanpa kehadiran bunga
Kau tahu? Bunga itu selalu biru,
dan mekar sempurna seiring kita melangkah
Tidakkah kau tahu?
Hujan seringkali menyentuh bahagia-bahagia,
yang kita singgahi tatkala matahari menyapa
Ayolah bergegas...
Berpuisi dengan rinai hujan walau tanpa kata-kata.

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel