Tahun Baru yang Basah dan Sekumpulan Puisi Lainnya [Puisi]


Tahun Baru yang Basah dan Sekumpulan Puisi Lainnya [Puisi]
Sumber Foto: manado.tribunnews.com


Sang Koreografer

Tarian malam.
Sang koreografer bertahan
Lelah air mata menghapus kebahagiaan
Saat lagu-lagu berputar,
Menciptakan pola bentuk tari
Sepatu berdecit bumi,
Peluh hujan tanpa gerimis itulah
Yang telah menjangkau puisinya,
Meluluhlantakkan hatinya.
Tapi sang koreografer tetap bertahan
Menggenggam matahari, tersenyum pada tangisan
06 Desember 2013


Menghitung Mundur

Hujan menghiasi gelapnya warna hitam
Di ujung lantai dualah,
Aku menatap canda malam
Di sela kantuk dan beberapa cahaya
Mulai melindasi senyuman-senyuman

Aku bergerak memainkan gaun
Yang kupakai untuk menyinari panggung
Saat itulah derita takkan menyentuh,
Bahkan tawa pun bergema mengikuti lagu.
Meraih bait puisi,
Bersenandung dingin udara
Ketika bunga-bunga tak juga terbangun
Bersama, aku dan kau,
Menghitung mundur.
Dan segala yang dicuri dari pandangan dunia
Akan kembali pada matahari.
15 Januari 2014

Tahun Baru yang Basah

Tahun baru yang basah,
Oleh hujan atau pun air mata
Tak ada beda dengan kata-kata
Warna biru enggan menjauh dari senyumanku
Yang semakin menetes keluar,
Merembes melalui waktu.

Sangat singkat matahari terbit
Tanpa sapa, langit mengucap suka
Dan siapa hendak percaya
Jika saja pesan singkatnya terbalas
Entah dengan mimpi-mimpi
Atau pun genggaman yang tak pernah lepas
Meski menggeser senja,
Langit tetap mengedipkan senyuman.

Tahun baru yang basah.
Pertama dekapan memberi suasana
Kehangatan dan wangi udara
Pada saat berakhir hujan
Teranglah dunia dengan tawa
Tawa tahun baru…
Namun kali ini tahun baruku basah
Basah oleh hilangnya air mata.
15 Januari 2014



Athena yang Biru



Menulismu di hatiku adalah merah
Namun, kala langit malam menangis
Jum’at pagi selalu saja biru
Menggenggammu saat dingin menyapa
Dan takkan pernah ku lepas tawa
Di antara kalian yang mengisi hari-hari

Biru….
Seperti Athenaku,
Seperti saat kita berlari menembus lautan
Walau tongkat musa tak tersentuh mimpi
Tetaplah kita mengejar awan.

Biru…
Seperti Athenaku,
Seperti langkah menyentuh mentari pagi
Di antara kabut dan embun-embun
Yang berserakan penuh warna
Ujung jalan tempat pijakan
Keduapuluh pasang mata memandang
Masa depan seterang harapan

Selalu biru…
Seperti benakku…
15 Januari 2014

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel