Puisi-Puisi Bani Kamhar*


Puisi-Puisi Bani Kamhar*
Sumber Foto: flickr.com

KESAKSIAN TERAKHIR


Sengaja ku bentangkan jarak padamu

agar puisi ini terus bergerak

mengalir ke hilir kerinduanku



Kesaksian terakhir;

pada bening matamu

ku teguk kata satusatu

pada batas antara detak napasmu

perlahan aku menjadi asing

bersaing dengan siangmu yang sibuk

dan malammu yang diselimuti kantuk



detik jam di pergelangan tanganmu

adalah ketukan selamat datang

bagi kesunyianku



Yogyakarta, 2019




SEBELUM PERGI

 
Keningku siap menjadi suaka bagi

Segala bentuk kenang dari bibirmu

Bisa saja umpatan yang melompat dari

Goa bahasa di kerongkongannya

Atau kecup yang mengecap berwarna

Merah muda dari lipstik yang tak sengaja

Kau beli di lapak tetangga



Kini aku tak butuh jenis lainnya

Dari segala macam wanita

Hanya seperti ibuku yang aku minta

Ia selalu menyuruhku mengucap doa

Sebelum berangkat sekolah

Dan mengecup keningku sebelum jiwaku

Damai dalam mimpi indah



Sebelum pergi, ibuku selalu menyiapkan puisi pelukan

Yang tak bisa ku tuliskan



Yogyakarta, 2019





ARKAIS

­ 
-untuk ibu yang tenang di sana



Pendar cahaya dalam rumahku sahut-sahutan. Kaget

Setelah tahu keringat di dahi ibuku keluar menahan aku



Bapak memanggilnya

Dengan bijak, ia elus dahi itu

Dan keringat perlahan takluk di tangan kirinya

Sedangkan yang kanan, jari-jarinya mengisi celah

Di jari lainnya. Membujuk tegang agar tenang



Nenek tiba dengan kerudung awut-awutan

Bersamanya tabib perempuan

Segera ambil peran

Bapak mundur perlahan

Dan tak lama kemudian

Aku gelagapan



Di teras rumah, kakek duduk santai

Mulutnya penuh asap ketika berkata,

‘aku ingin anak itu menjadi pemimpin yang baik’

Dan aku berbisik kepada ibu,

‘aku tak mengharap apa pun di dunia ini kecuali doamu’



Yogyakarta, 2019





KU LAYANGKAN PADAMU PUISI




Berkali-kali aku menyapamu dengan puisi

menghidupkan huruf-huruf mati yang berbaring dalam kepala

mengetiknya jadi bahasa bayi untuk mengetuk hatimu yang sunyi



Puisi adalah bahasa semesta kepada manusia

Nyanyian alam bagi para pecinta



Cinta telah merubah wujud manusia

menjadi tuhan dalam laku hidupnya

Puja dan puji bagi mereka yang bahagia

beterbangan dari jiwanya menuju langit hati kekasihnya



Kulayangkan padamu puisi setiap hari

agar tuhan yang bersemayam dalam dirimu

berfirman melalui senyumanmu padaku



Yogyakarta, 2019




ROSARIO




Kalungi aku dengan butirmu

sampai genap yang ganjil dalam jiwaku

Kuberikan padamu leher

atau jari-jari di tanganku

Memutarlah di sana!



Dalam kamu

berkali-kali kusebut namaNya

sampai minggat segala dosa-

dosa mencintai dalam pejam



dalam diam

khusyuk

padamu

jadi

aku



Yogyakarta, 2019




Penulis: Khairul Umam
*Bukan penyair, bukan mahasiswa, bukan penikmat kopi, dan bukan yang lainnya, karena penulis memang bukan siapa-siapa, cukup hanya sekedar teman katanya. Biaaaahhh!















Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel