Manfaat Permainan Tradisional di Era Sekarang

Manfaat Permainan Tradisional di Era Sekarang
Sumber Foto : tentik.com
Pesatnya pertumbuhan teknologi hari ini, telah mencapai kondisi di mana segala bentuk teknologisasi sudah merambah ke segala aspek kehidupan. Tak terkecuali alat komunikasi dan permainan anak-anak. Sehingga, era ini telah membawa kita sampai pada pengaksesan teknologi dan hiburan tanpa batas.

Celakanya, ternyata dampak yang dirasakan tidak begitu baik. Apalagi dalam beberapa waktu belakangan, kita seringkali mendengar kabar dampak dari penggunaan gawai terhadap anak. Mulai dari sakit mata, kebutaan, hingga yang paling extreme, ada yang sampai meregang nyawa dan membuat anak tidak mengenal orang serta apa yang terjadi di sekitarnya.

Aspek-aspek mendasar lainnya, yang perlu diperhatikan soal penggunaan gawai pada anak usia dini, yakni control of technology dan sozialization. Bagaimanapun, anak pasti belajar dari menirukan orang lain. Sebisa mungkin, berawal dari lingkungan pertama yakni keluarga, sebaiknya tidak mengajari anak untuk ketergantungan pada gawai.

Kita seringkali menyepelekan penggunaan gawai di depan anak-anak kecil, padahal, itulah yang menjadi akar dari ketergantungan anak terhadap gawai. Tetapi, bukan juga berarti kita menutup anak dari perkembangan teknologi, namun untuk mengajarkan kepada mereka mengontrol penggunaan teknologi, tanpa harus melawan arus perkembangan zaman.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, orang tua dan guru di sekolah, harus mampu memutar otak dua kali untuk mengendalikan kondisi penggunaan gawai pada anak-anak secara bijaksana. Agar, gawai tidak berdampak negatif terhadap pertumbuhan jasmani, maupun psikologis sosial anak.

Yang seringkali kita lupakan pada era ini, kita hanya memilih hal-hal yang sifatnya praktis tanpa mementingkan dampak-dampak yang dihasilkan. Tidak jarang, ketika orangtua memasak atau bekerja, sang anak cukup ditinggali gawai. Padahal, banyak permainan-permainan tradisional asli Nusantara yang seharusnya diwariskan turun temurun, yang bisa dimainkan dengan teman-teman sebayanya.

Permainan tradisional, pada dasarnya membentuk kecerdasan, dan jasmaniah anak sedari kecil dalam mengisi waktu-waktu luangnya. Permainan tradisional Nusantara tentunya memberikan banyak manfaat bagi anak usia dini. Pertama, anak tidak menutup diri dengan gawainya, sehingga anak mengenal teman-teman sebaya di sekitarnya, dan secara sosial anak tidak apatis terhadap lingkungan sekitarnya.

Kedua, merangsang pertumbuhan otak. Dalam permainan tradisional, anak bisa sembari mengenal dan menghafal lagu-lagu ke-daerahan, belajar berhitung, dan mengatur strategi. Ketiga, menumbuhkan rasa gotong royong anak sejak dini. Mungkin tidak jarang kita temui ketika bermain gawai, anak lebih terkesan individualis dan kompetitif semu. Sedangkan, di permainan tradisional, anak mampu belajar kesetiakawanan dan juga rasa kebersamaan.

Keempat, anak sehat secara mental maupun fisik. Sebagaimana yang kita ketahui, permainan tradisional petak umpet contohnya, membuat anak bermain sambil berolahraga, sehingga sehat secara jasmani maupun rohani.

Dengan memperkenalkan permainan tradisional Nusantara sejak dini, entah melalui kegiatan di sekolah maupun ketika mengisi waktu luang anak di rumah, bisa menjadi sebuah solusi bagi orang tua dan guru untuk mengantisipasi penggunaan gadget yang berlebihan.

Tentunya, selain itu juga bisa melalui grow children up with bustle else. Contohnya dengan mengenalkan budaya literasi kepada anak sejak dini, agar anak menghabiskan waktunya untuk belajar dan bersosial melalui permainan tradisional. Harapannya, langkah semacam ini mampu meminimalisir dampak penggunaan gawai yang berlebihan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel