JeT'aime' Paris dan Sehimpun Puisi Lainnya [Puisi]


JeT'aime' Paris dan Sehimpun Puisi Lainnya [Puisi]
Sumber Foto: wallpaperbetter.com
Berdamai Dengan Waktu


Hujan…

Pertanda langit menangisi awan

Namun tak akan selalu begitu

Hanya saja, hujan kali ini tidaklah basah.

Melainkan tumbuhnya matahari menjadi pertanda.

Akan segera datangkan salju

Yang tak pernah sampai



Menunggu…

Entah harus detik ke berapa terhitung tangan.

Bukan, bukan detik.

Hanya milidetik.

Mungkin tak akan pernah terbasahi hujan hari ini

Karena menunggu adalah waktu

Dan berdamai dengan waktu selalu pilu.

21 Januari 2014




JeTaime' Paris


Di dalam waktu, angka-angka selalu tersenyum

Karena aku membuat sejarah

Saat sayap putihku terbang

Membawaku pada kerajaan awan

Memberiku sentuhan dingin di langit sana

Tempat yang akhirnya ku temukan.

Untuk memulai awal kisahku



Menara Eiffel, untuk sementara bayanganmu ku simpan

Tapi janjiku akan segera ku lunasi

Di mana aku akan memandang angkuh wajahmu

Dari sisi terang matahari menumpahkan cahaya

Atau menatapmu tanpa mata

Di malam yang bertabur kembang api pada gelapnya

Sambil meminum wine

Dan memakan lahap katakombe



Paris, boleh aku titip jemariku?

Untuk kau genggam pada hari-hari

Dan silahkan lepas nanti,

Tetapi jika enggan,

Cukup genggam tangannya yang selalu ku pandang

Yang selalu ingin ku raih

Paris, jika aku tidak bisa menyentuhmu

Cukuplah kau tersenyum untuknya

03 Februari 2014




Pertanyaan


Menatap bosan tempat remang

Di mana hatiku sendiri terpojok

Terlalu banyak suara

Tanpa satu pun peduli dan entah apa yang terdengar

Warna merah bukanlah senyum hari ini

Tapi tetap saja dan seperti biasa

Langit tak mengizinkan matahari pagi



Berharap,

Untuk tidak mencoba melangkah

Karena kata-kata belum melengkapi

Dengan huruf atau pun sederet goresan

Mata yang tak ingin ku pandang, menatap tajam

Seakan panah pertanyaan melesat

Secepat ia menusuk

Tak satu pun jawaban ku beri,

Karena

Seberapa besar kemampuanmu menebak sebuah pertanyaan?




Tuan Jim


Sekuntum langit merona

Pada saat matahari dan tangisnya

Senyuman akan menyambut tawamu

Menggenggam erat air matamu

Dan detik pun terus mencari

Angka 13 yang misteri



Hari ini bebas

Sebelas telah menjadi dua serta senyuman

Menyambutmu seindah mata bersinar

Happy wedding.

07 Februari 2014

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel