Dosen Nyebelin yang Gak Ideal bagi Mahasiswa, Menghilanglah

Dosen Nyebelin yang Gak Ideal bagi Mahasiswa, Menghilanglah
Sumber Foto: myvigour.com
Tulisan ini, adalah respon untuk tulisan yang berjudul “Ini Tipe-Tipe Mahasiswa Menyebalkan dari Kacamata Dosen” yang dimuat di Mojok beberapa hari yang lalu.

Dari isi tulisan tersebut, saya secara pribadi sangat mengapresiasi dan sangat ingin mengajak penulisnya untuk ngopi. Syukur-syukur bisa menghilangkan rasa sebel tingkat dewanya penulis. Penulisnya kemungkinan besar adalah seorang dosen muda dengan segudang prestasi yang pernah diraihnya.

Tulisan kiriman pak dosen ini, dibuka dengan kisah komunikasi yang terjalin baik antara blio dengan mahasiswanya. Setidaknya begitulah yang saya rasa. Hal itu terlihat jelas dengan pertanyaan yang dilontarkan mahasiswanya, seakan-akan, pak dosen dan mahasiswanya ini frendly banget gitu~

Pak dosen kita ini, ternyata masuk dalam kategori dosen yang seharusnya patut ditiru oleh seluruh dosen di Indonesia. Dengan tidak ingin mengecewakan mahasiswanya, respon cepat yang diberikan oleh blio, adalah hal yang jarang kita temui, mungkin 1 berbanding 1.000 dari sekian banyak dosen yang ada.

Kecuali, kalau kita memang punya chemistry dengan dosen yang akan kita hubungi, itu beda hal~

Pak dosen kita, akhirnya dikecewakan oleh mahasiswa yang sudah dianggapnya fren banget ini. Tanpa bertanya, tiba-tiba eh tiba-tiba, pak dosen kita langsung kecewa??? Ya hak pribadi lah ya kalau blio pengennya langsung kecewa.

Mahasiswanya juga sih, sebenarnya kayak gak tau diri gitu. Udah dibaikin, dikasih hati, eh mintanya jantung pisang. Dikira dosennya sering bikin ritual?

Tulisan pak dosen ini sesungguhnya sangat mulia. Oleh karenanya, kita harus mengapresiasi tulisan ini. Dan kalau bisa, menyebarkan seluas-luasnya, agar gak ada lagi mahasiswa nyebelin. Yang bikin dosennya gregetan dan gemesh, serasa pengen nyincang.

Ketika pak dosen mencoba mewakili suara dosen yang lain, guna ke-proporsional-an pandangan kita dalam melihat kisah dosen dan mahasiswa. Saya yang seorang mahasiswa semester 10, tinggal skripsi doang, (yang hanya menyumbang untuk kampus putih, kampus rakyat, dan kampus perlawanan), masuk juga dalam kaum rebahan, sekedar ingin merespon tulisan blio.

Respon saya ini, saya kategorikan sebagai bentuk tabayyun saya pada dosen yang maha benar. Dan harapannya bisa saling mendoakan yang baik-baik ya….

Kriteria seorang dosen (dalam hal ini yang ideal bagi mahasiswa), sebenarnya juga tidak terlepas dari trek-trekot blio selama jadi mahasiswa. Kenapa bisa gitu? Proporsi adalah alasannya. Ketika proporsinya semasa menjadi mahasiswa, cuma sebagai orang yang kuliah pulang-kuliah pulang (kupu-kupu), maka ketika menjadi dosen, kemungkinan besar cuma akan menjadi kerja rapat-kerja rapat (kera-kera).

Dosen yang tipe kera-kera ini, biasanya bukan seorang aktivis semasa mahasiswanya. Terlebih lagi, nampaknya dosen yang semacam ini lebih cocok disebut sebagai intelektual organik. Pasalnya, saking organiknya, sampai gak paham kondisi terupdate. Pasti belum baca isi pidatonya pak Nadiem Makarim kan? Hayo ngaku? Udah gakpapa, gak usah malu untuk mengakui…

Tipe-tipe mahasiswa yang bisa disebut nyebelin, sesungguhnya, juga bisa berasal dari iklim pengajaran yang ada di kelas. Hal itu salah satu sebab-musababnya adalah karena dosennya nyebelin, gak asik, garing kayak tempe goreng, bahkan gak jarang kayak orang yang sedang khotbah Jum’at.

Menyoal tentang tipe-tipe mahasiswa yang menyebalkan menurut pak dosen kita, saya hendak sedikit membantanya. Pasalnya, pak dosen kita ini kurang banyak baca buku sastra dan filsafat nampaknya. Saya akan mencoba sok intelektual, dan mencoba membandingkan kapasitas mahasiswa dan dosen, yang dalam relasi hubungannya seharusnya “setara.”

Inget lho ya… “SETARA!!!!”

Mahasiswa tipe Squidward

Mahasiswa semacam ini, dianggap menyusahkan. Lantaran terlalu mengamini kata-katanya Squidward. Lhaa.. saya pengen bertanya di sini. Emang ada aturan yang mengharuskan mahasiswa segera menyelesaikan tugas akhirnya?

Selagi mahasiswanya masih bayar. Toh kampus bakal seneng-seneng aja tuh. Ya kannn???
Kalau mahasiswanya dianggap merepotkan, yo kenapa gak dari awal menolak saja jadi pembimbing. Gitu aja kok repot pak dosennn??? Terus kalau gak mau repot, mendingan alih profesi aja, gantian sampean yang jadi mahasiswa, biar dibimbing sama mahasiwa yang pindah peran menjadi dosen!!!

Mahasiswa yang meremehkan dosen serta mata kuliahnya

Kalau untuk mahasiswa yang satu ini, saya cuma akan sedikit komen. Mahasiswa yang sejenis ini, memang harus dibebaskan saja. Biarkan saja polusinya tetap ada. Dan biarkan sadar dengan sendirinya.

Mahasiswa tukang protes nilai

Untuk kategori yang satu ini, sebenarnya saya ada pertanyaan mendalam. Serajin itu kah anda wahai pak dosen? Dari data yang  dia berikan pada mahasiswanya, menggambarkan kalau dosen kita ini sangat rajin mencatat. Tapi nih tapi..

Dengan ketelitian tingkat dewa semacam itu, isi pembelajaran di kelasnya bagaimana ya pak dosen? Silabus mata kuliahnya udah yang terupdate belum? Atau jangan-jangan, gak paham bikin silabus nih? Sini mari tak bantuin bikin silabusnya.

Curiga saya, pasti mahasiswanya ketika dosennya mengajar, hanya nahan hati. Takut nilainya gak lulus, jadi dengan keterpaksaan mengikuti kelasnya. Ya sekedar formalitas aja ikut kelasnya, intinya karena unfaedah.

Pendiam tapi tengik

Sebenarnya tipe mahasiswa yang satu ini, (yang subjektif banget sifatnya, karena dibuat oleh dosen yang maha benar) masih berkaitan dengan tipe sebelumnya. Banyak hal yang menyebabkan mahasiswa lebih memilih menjadi diam di dalam kelas. Kalo soal menjadi tengik, itu hanya perasaan dosen yang kurang interaksi dengan mahasiswanya saja.

Tidak usah dibesar-besarkan. Tidak ada orang yang ingin memilih jadi tengik. Dan sebelumnya saya menyarakan pada pak dosen, ngaca woy ngaca. Jangan-jangan antum yang tengik… wasyuu…

Untuk tipe mahasiswa terakhir, Mahasiswa rajin, pintar, tapi pendiam

Tipe mahasiswa yang satu ini, sungguh tidak masuk akal jika dikategorikan sebagai tipe mahasiswa yang menyebalkan!

Lhoo emangnya kenapa kalau ada tipe mahasiswa yang begitu? Coba deh, direnungi ulang. Jangan-jangan cara antum mengajar memang buat mahasiswa antum spaneng. Selain itu, saya bisa pastikan kalau antum adalah orang yang garing, ibarat kerupuk yang udah kena angin (melempem-pem)…

Jika karena populasinya yang sedikit, lantas kenapa antum bilang tipe mahasiswa yang satu ini menyebalkan? Seharusnya ngaca dulu sebelum mengkategorikan sesuatu, jangan-jangan, cara antum yang blasss ora mendidik.

Saran dari saya yang seorang mahasiswa, kalau antum mau berangkat ngajar di kampus, sebaiknya mandi dulu, mandi yang bersih. Dan sangat saya sarankan minta maaf lah pada mahasiswa yang sudah antum kategorikan dengan tipe-tipe yang ora bermutu blas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel