Belajar Memahami Hidup Lewat Sihir dan Cinta Segi Empat


Belajar Memahami Hidup Lewat Sihir dan Cinta Segi Empat
Sumber Foto: ebooks.gramedia.com




Judul Buku: BRIDA

Penulis: Paulo Coelho

Penerjemah: Olivia Gerungan

Halaman: 232 hlm, 20 cm

ISBN: 978-979-22-9942-7

Penerbit: Gramedia

Cetakan: pertama 2011



Membicarakan sastra, saya rasa kurang lengkap jika tidak menyebut nama Paulo Coelho. Kalau Indonesia punya sastrawan sekaligus novelis Pramoedya, China punya Lu Xun, kiranya Brazil patut berbangga karena punya seorang bernama “Paulo Coelho”.  Novelis asal Brazil ini terkenal lewat karyanya “Sang Alkemis”, yang sudah diterjemahkan ke dalam banyak Bahasa.

Sebagai seorang penulis, Paulo mampu mengaduk perasaan pembaca yang membaca setiap karyanya—setidaknya begitu yang saya rasa. Paulo adalah penulis yang cerdas sekaligus berani dalam mendobrak tabu yang berlaku dalam norma masyarakat. Paulo bukan saja penulis yang menjadi milik satu kelas pembaca, atau punya kelas tertentu dalam hal pembaca. Lebih dari itu, Paulo saya rasa mampu keluar untuk menembus sekat-sekat kelas tersebut, dan membuat “ia” layak diterima di semua kalangan.

Ketika kita memperbincangkan soal filsuf atau sufi, saya berpendapat bahwa Paulo layak disebut sebagai seorang filsuf atau sufi yang menekuni menulis novel sebagai jalan hidupnya. Unsur spritualitas begitu kental terasa dalam setiap karyanya, termasuk dalam buku Brida ini. Tidak hanya itu, Paulo menurut saya pribadi adalah seorang penulis yang selalu menginspirasi pembacanya ketika berada dalam posisi yang kurang mengenakkan atau menyenangkan.

Dari ketiga buku Paulo Coelho yang sudah saya baca, lagi-lagi saya kembali dibuat terkesan setelah membaca bukunya yang berjudul Brida ini. Brida adalah karya lanjutan dari semua karya monumental dari seorang Paulo Coelho. Bayangan awal saya tentang buku ini akhirnya luluh lantah, setelah membaca habis bukunya. Saya rasa, saya sudah cukup pintar untuk menebak isi dari buku ini, tapi ternyata tidak sama sekali!

Dalam setiap bukunya Paulo seperti selalu menghadirkan nafas yang menjadi ciri khasnya, dan dalam Brida akan kembali kita temukan, yaitu “drama spiritual yang bersentuhan dengan psikologi.” Ketika kita membaca Brida, Paulo kembali mengingatkan hal-hal spritualitas atau soal memaknai serta memahami hidup, dan arti hidup itu sendiri.

Brida mengisahkan seorang gadis yang punya ketertarikan kepada sihir. Pada awal buku, kita langsung disuguhkan drama ketika Brida sang gadis kecil menemui Sang Magus yang tak lain adalah guru sihir itu sendiri. Sebagai seorang guru, Magus tentunya perlu memahami alasan kenapa Brida ingin belajar sihir. Brida pun menjawab, “agar ia mampu menemukan jawaban menyangkut hidup (hlm. 15).”

Sihir seringkali diartikan sebagai hal yang terpisah dalam kehidupan manusia. Sihir dianggap bukan produk buatan manusia. Walaupun sebenarnya imajinasi kita tentang sihir sedikit terbenahi setelah Harry Potter hadir. Namun, anggapan dan gambaran soal sihir yang buruk akan selalu hadir saya rasa, mengingat hal tersebut bisa menjadi sebuah keuntungan di tengah zaman kapitalisme yang sudah berurat akar seperti sekarang.

Brida lebih dari kisah seorang gadis yang sedang mencari jati diri, dan pada akhirnya jatuh cinta. Sebagai sebuah novel, Brida mampu membuat pembacanya sabar dalam mengikuti alur yang sudah tersedia. Ibarat sedang berpuasa, kita dipaksa untuk selalu membayangkan dan menantikan hal yang sudah pasti yaitu “berbuka.” Berbuka dalam novel Brida bisa diartikan sebagai sebuah kejelasan dari kisah Brida itu sendiri, setelah Paulo dengan piawainya menyuruh kita sabar menunggu kepastian yang ia maksud dalam novel ini.

Sekilas jika dilihat dari cover dan alur ceritanya, seorang pembaca saya rasa akan terkecoh karena menunggu adegan erotis yang seharusnya dihadirkan dalam novel ini. Tapi percayalah, jika kita menunggu adegan yang berlendir pada novel ini, tidak akan sama sekali kita temukan. Karena lagi-lagi Paulo yang seperti saya bilang di awal—tidak pernah tercerabut dari akar.

Hal ini pula yang saya rasa menjadi pembeda dari seorang Paulo. Ia mampu menemukan celah, di mana biasanya novel yang menggunakan tokoh seorang gadis, seringkali menghadirkan adegan erotis sebagai pelengkap fantasi.

Proses belajar Brida pada Sang Magus ternyata tidak bertahan lama, Brida merasa cara pengajaran Sang Magus tidak sesuai dengan apa yang ingin ia capai. Brida merasa Sang Magus tidak selayaknya seorang guru, setelah dirinya ditinggal di hutan sendirian dan semalaman. Brida pun pada akhirnya memilih menyudahi, atau lebih tepatnya menjeda berguru kepada Sang Magus. Brida pun menemukan guru baru yaitu Wicca. Brida bisa bertemu Wicca berkat arahan dari seorang pemilik toko yang menjual serba-serbi soal sihir.

Wicca pun ikut menjadi penasaran, setelah mengetahui bahwa Brida juga pernah berguru pada Sang Magus. Sama seperti pemilik toko sebelumnya, Wicca mencoba mencari tahu apa yang menarik dari seorang Brida, sehingga Sang Magus menerimanya sebagai murid.
Brida yang sebelumnya tidak mengetahui hubungan antara Sang Magus dan Wicca, terkesan sebagai seorang yang polos dan penuh rasa ketertarikan pada setiap hal. Brida menganggap Wicca lebih cocok menjadi gurunya, karena dirasa Wicca lebih mengayomi ketimbang Sang Magus.

Selama sebulan lebih, Brida menghabiskan waktunya untuk menekuni pembelajaran yang diberikan oleh orang yang dianggapnya guru, yaitu Wicca. Tetapi, Brida pun merasakan sebuah kekurangan, karena merasa memiliki ikatan dengan Sang Magus. Akhirnya Brida pun memberanikan diri untuk bertemu kembali dengan Sang Magus.

Sang Magus yang sejak awal sudah mengetahui bahwa Brida adalah pasangan jiwanya, mencoba sekuat tenaga untuk tidak memberitahu Brida tentang itu. Selain karena Brida sudah punya pacar, Sang Magus tidak ingin mengulang kesalahan masa lalu. Sang Magus pernah melanggar aturan sebagai seorang penyihir, dan harus menanggung hukuman paling kejam untuk manusia di muka bumi: kesepian.

Sang Magus pun dengan sabarnya membimbing Brida menemukan jalannya sebagai seorang penyihir. Hingga pada malam puncak penobatan seseorang yang layak menjadi seorang penyihir, Sang Magus pun hadir untuk menyaksikan sendiri penobatan Brida. Sebelum sah menjadi penyihir dan masih dalam rangkaian prosesi penobatannya, Brida akhirnya tahu hal-hal yang disembunyikan Sang Magus dan Wicca darinya. Brida akhirnya mengerti kenapa Sang Magus mau menerimanya sebagai murid, dan hubungan apa yang pernah terjalin antara Sang Magus dan Wicca.

Akan tetapi,semua sudah terlambat. Sang Magus tidak bisa memaksakan keinginanya, dan Brida juga harus menerima bahwa dia sedang mempunyai pacar yang menungggunya untuk menjalani hidup bersama. Melihat hal itu, Wicca yang pernah jatuh hati pada Sang Magus, hanya menaruh senyum di mukanya dan mengatakan bahwa itu adalah konsekuensi dari seorang penyihir. Karena apabila seorang penyihir memlih melanggar aturan-aturan sihir, sang penyihir harus bisa memilih antara orang yang dipilihnya atau sihir itu sendiri.

Buku ini mengingatkan saya pada buku novel Leo Tolstoy; Anna Karenina. Bedanya buku ini adalah perpaduan unsur mistik dan postmodern. Buku ini termasuk dalam buku yang lumayan berat untuk dibaca, selain karena perpindahan adegan yang sering membuat kita bingung, dan dari penyuntingan buku terkesan membuat kita kelelahan dalam membaca. 

Namun, buku ini tetap layak dibaca karena menghadirkan hal-hal heroik dalam bingkai seorang gadis, yang memilih menjadi penyihir sebagai jalan hidupnya. Karena dari buku ini kita bisa memahami bahwa setiap jalan hidup yang kita pilih--termasuk menjadi penyihir dalam hal ini—adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Akhirnya, sebagai seorang yang mengenal Paulo Coelho lewat tulisannya karena ketidaksengajaan, saya menyampaikan Tabik dan salam hormat kepada novelis asal Brazil ini. Saya kagum padanya yang tidak pernah lelah menginspirasi setiap pembacanya, lewat semua karya-karya yang sudah ia hadirkan.

Pilihan Redaksi

Sebuah Buku Berjudul “Macam-macam Gaya Seks untuk Pemula”

Sumber Foto: cuandernoderetazos.wordpress.com Penulis: Ameera Matahari* Hotel mewah yang berisi lebih dari dua puluh lantai d...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel